Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Nilai Ekspor Fesyen dan Kerajinan Naik 7%

Recommended Posts

JAKARTA - Nilai ekspor subsektor fesyen dan kerajinan nasional tahun ini diperkirakan akan naik lima sampai tujuh persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang sekira USD13 miliar.Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengatakan ekspor dua subsektor itu didorong oleh meningkatnya permintaan dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

 

"Nilai ekspor naik sekira lima sampai tujuh persen tahun ini dari USD13 miliar untuk fesyen dan kerajinan. Di pasar Eropa dan Amerika Serikat menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Euis usai pembukaan Pameran Dekranas di Kemenperin, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

 

Terkait tenaga kerja, lanjutnya, satu unit UKM bisa menyerap satu sampai dua tenaga kerja tetap. Saat ini, kata dia, ada sekira 500 unit UKM di Indonesia.

 

"Ada 500 unit UKM. Satu UKM bisa serap satu sampai dua tenaga kerja tetap. Potensinya bisa 1,5 juta tenaga kerja. Kalau tambah tenaga kerja informal potensinya bisa delapan juta orang," ucapnya.

 

Pada kuartal I-2012, kata dia, jumlah tenaga kerja bisa bertambah sekira 10-15 persen dibandingkan kuartal III dan IV tahun lalu. 

 

"Kuartal I-2012, dengan pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan dengan kuartal III dan IV 2011 naik dua kali lipat, tenaga kerja ada pertambahan 10-15 persen," tambah dia.

 

Meski demikian, inovasi IKM di dalam negeri masih kalah dibandingkan dengan negara lain.

 

"Potensi dan keragaman material Indonesia jauh lebih bagus dibandingkan Amerika tetapi bisnis manajemen dan inovasi kita belum begitu bagus. Tahun lalu, indeks UKM kita memang rendah. Akan muncul IKM berbasis iptek. Paling tidak ada hasil pengetahuan dan teknologi," jelasnya. 

 

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, fesyen, kerajinan, komputer dan piranti lunak merupakan subsektor yang dominan memberikan kontribusi ekonomi, baik dalam nilai tambah, tenaga kerja, jumlah perusahaan  dan ekspor.

 

"Nilai tambah yang dihasilkan oleh subsektor fesyen dan kerajinan adalah 44,3 persen dan 24,8 persen terhadap total kontribusi sektor industri kreatif," kata Hidayat.

 

Lebih lanjut Euis menambahkan, saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Turki terkait pengadaan mesin perkakas tekstil. Selama ini, kata dia, Indonesia masih bergantung pada China .

 

“Saya sedang menjajaki kerja sama dengan Turki untuk mesin perkakas agar tidak tergantung dengan China. Realisasinya tahun depan," ucapnya. (gna)

 

(Sandra Karina/Koran SI/rhs)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...