Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Pengusaha Sumut Jajaki Investasi di Nigeria

Recommended Posts

2h1bUpkxKd.jpgIlustrasi. Foto: Corbis

 

 

 

MEDAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) memfasilitasi pengusahanya untuk berinvestasi di Nigeria. Salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sahara itu dinilai sebagai pasar potensial untuk pengembangan sayap bisnis para pengusaha lokal.Apalagi, pemerintah Nigeria telah memberikan beragam kemudahan bagi calon investor dengan berbagai kebijakan yang ada. Kadin Sumut mengaku, ada beberapa investor asal Sumut yang telah berinvestasi di negeri kaya sumber daya alam itu. Produk-produk pertanian dan makan dinilai sebagai peluang paling potensial yang dilirik pengusaha lokal.

 

"Sudah banyak pengusaha kita yang ke sana untuk menjajaki bisnis. Di sana, pemerintahnya sangat mendukung dan terbuka untuk investasi. Pengusaha yang memutuskan untuk investasi misalnya, itu langsung diberi visa selama lima tahun. Sedangkan untuk yang sekadar berkunjung untuk menjajaki, visa bisa siap dalam 24 jam. Jadi sangat mudah jika dibandingkan di dalam negeri," jelas Ketua Kadin Sumut Ifran Mutyara, di sela-sela Forum Bisnis antara Pengusaha Nigeria yang berdomisili di Indonesia dengan pelaku usaha Sumut, di Home Anaya Hotel, Medan, Selasa (5/6/2012).

 

Hubungan Indonesia dengan Nigeria diakui sudah sejak lama berlangsung. Perusahaan-perusahaan besar seperti Kalbe Farma, Indofood, dan Wings Group sudah berproduksi dan memiliki pasar cukup baik di negeri tersebut. Pengusaha Sumut pun diharapkan dapat mengambil bagian dari suksesi investasi tersebut.

 

"Perusahaan yang dengan skala besar saja bisa berkembang pesat di sana, apalagi kita yang di Sumut ini, dengan volume yang lebih kecil tentunya akan lebih mudah. Jadi sangat menarik," tambahnya.

 

Besarnya potensi investasi di Nigeria pun dibenarkan Lim Susanto, perwakilan dari Kalbe Farma ini mengaku perusahaannya yang memproduksi obat-obatan dan minuman energi sudah melakukan ekspor ke Nigeria sejak 1988. Saat ini, sudah sekira 20 produk Kalbe Farma diproduksi dan dipasarkan.

 

Begitu pula dengan Patrick Darmawi, perwakilan Salim Group ini mengatakan melalui produk mi dan Indofood, kini perusahaannya sudah mendirikan pabrik di kota Ota Nigeria, dan tujuh varian mi khas Nigeria telah berhasil diproduksi.

 

"Pertama kita coba kirim dua kontainer saja, dan pasarnya luar biasa. Penjualan kita langsung meroket hanya dalam beberapa tahun. Sekarang produksi kita disana sudah sampai 1,6 miliar pack per tahun. Bahkan jumlah ini 11 persen dari volume total penjualan kita di dalam negeri, yang juga sangat tinggi," lanjutnya.

 

Kedua pengusaha itu juga mengaku preferensi berinvestasi di Nigeria mengingat negeri itu kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA). Di sisi lain, Nigeria memiliki kesamaan dengan Indonesia dari sisi keberagaman pasar, dengan keberadaan dinamisasi pasar menjadi sangat baik.

 

Apalagi, dari sektor keuangan pemerintah Nigeria terus melakukan perbaikan. Ditambah lagi pembangunan infrastruktur yang terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. "Kami semakin diuntungkan dengan dukungan tax holiday yang diberikan lima hingga 10 tahun oleh pemerintah Nigeria," tutupnya. (ade)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...