Lebay Pemilik Lapak 0 Posted Mei 14, 2012 Ilustrasi. (Foto: Okezone) MUSIM bagi-bagi dividen telah tiba dan masih berlangsung hingga kini. Investor pun mulai aktif memilih dan mencari mana saja emiten yang akan membagikan dividen. Bukan cuma itu, investor juga aktif dalam mencari informasi mengenai besaran dividen yang akan dibagikan. Semakin tinggi yield dari dividen tersebut, semakin diburu pula sahamnya oleh investor. Tidak heran jika saham emiten yang royal dalam membagikan dividen biasanya akan meningkat pula likuiditasnya di bursa.Dividen adalah sebagian keuntungan emiten yang akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham. Nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencerminkan likuiditas keuangan perusahaan. Biasanya emiten yang membagikan dividen dengan nilai tinggi dianggap memiliki arus kas (cash flow) yang baik, karena nilai dividen yang dibagikan itu sudah memperhitungkan rencana belanja modal atau ekspansi. Dari kacamata investor, dividen memang sangat diharapkan. Apalagi bagi investor yang sedang membutuhkan suntikan dana, ia pasti berharap agar emiten membagikan dividen dengan yield yang tinggi. Dividend Yield Dividend yield adalah rasio nilai dividen dibandingkan dengan harga saham di bursa. Gambarannya begini. Dua perusahaan -misalnya perusahaan X dan perusahaan Y- membagikan dividen yang sama, yakni Rp200 per saham. Meski secara nominal nilai dividennya sama, tapi jangan buru-buru disimpulkan bahwa dividend yield-nya sama. Di pasar, harga saham emiten X ditransaksikan di harga Rp4.000, sedangkan harga saham emiten Y di pasar ditransaksikan di harga Rp10.000. Itu berarti dividend yield untuk saham X adalah sebesar 5 persen dan dividend yield untuk saham Y adalah sebesar 2 persen. Dari sisi ini, bisa disimpulkan bahwa saham X lebih menarik dibandingkan saham Y. Dividend yield yang sebesar 2 persen atau bahkan 5 persen tadi jelas lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang sebesar 6 persen hingga 8 persen untuk masa satu tahun. Pasalnya dividen tadi bisa diperoleh dalam jangka waktu yang amat pendek, yaitu satu hari saja. Investor yang membeli saham pada saat cum dividend berhak mendapatkan dividen tersebut. Tidak hanya itu, investor bisa menjual kembali saham tadi -untuk dibelikan saham yang lain- pada hari perdagangan berikutnya. Namun, bagi investor yang ingin tetap menyimpan sahamnya karena yakin kinerja emitennya akan naik terus, ia bisa menyimpan saham tersebut sebagai portofolio investasi sehingga jika harga sahamnya naik maka ia tidak hanya mendapatkan dividen, tetapi juga mendapatkan capital gain. Dividen Interim dan Final Emiten yang royal dalam membagikan dividen kadang kala membagikan dividen tidak hanya sekali dalam setahun, tapi bisa lebih dari itu -misalnya dua kali. Dividen yang dibagikan pertama kali untuk tahun buku yang sama disebut dengan dividen interim. Artinya, nilai dividen yang dibagikan itu masih bersifat sementara. Jadi, nilai dividen masih akan bertambah lagi pada saat emiten membagikan dividen final. Gambarannya begini. Emiten X pada Oktober 2011 misalnya memutuskan untuk membagikan dividen interim sebesar Rp75 per saham kepada pemegang sahamnya. Dividen itu merupakan bagian dari laba bersih yang diperoleh perusahaan selama tahun buku 2011 dan sifatnya belum final. Disebut belum final karena tahun buku 2011 belum berakhir atau belum tutup buku. Nilai laba bersih perusahaan belum diketahui secara pasti. Tapi, dengan keyakinan manajemen bahwa perusahaan akan mampu meraih nilai laba bersih sesuai targetnya, maka manajemen berani untuk membagikan dividen interim. Nah, pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) misalnya, manajemen kemudian mengusulkan untuk membagikan dividen final sebesar Rp125 per saham. Nilai dividen ini diusulkan setelah manajemen memastikan berapa nilai laba bersih yang diperoleh selama 2011. Nah, dengan pembagian dividen final sebesar Rp125 per saham tadi, berarti untuk tahun buku 2011, emiten X membagikan dividen dengan nilai total Rp200 per saham dengan rincian dividen interim sebesar Rp75 dan dividen final sebesar Rp125. Begitulah, dividen memang memberikan daya tarik tersendiri bagi investor untuk membeli saham emiten di pasar. Apalagi jika setiap tahun emiten itu selalu membagikan dividen. Sahamnya tentu menjadi saham yang dapat memberikan pendapatan rutin (income stock) kepada investor. (Tim BEI) (//wdi) Sumber Share this post Link to post Share on other sites