Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

CEO Astro Malaysia Jadi Buronan di Indonesia

Recommended Posts

h5jxwNlU7E.jpgCEO Astro All Asia Networks, Ralph Marshall. Foto: celestialtiger

 

 

 

KUALA LUMPUR - CEO Astro All Asia Networks, Ralph Marshall menjadi buronan polisi Indonesia. Dia kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), serta polisi di seluruh negeri ini ditugaskan untuk menangkapnya.Dilansir dari themalaysianinsider, Kamis (9/5/2012), Marshall merupakan tangan kanan dari multimiliarder asal Malaysia, T Ananda Khrisnan. Dirinya didakwa atas penipuan dan tuduhan pencucian uang.

 

Hal tersebut pertama kali bermula ketika Marshall diselidiki oleh Biro Pusat Investigasi India (CBI) pada Oktober lalu atas tuduhan kejahatan konspirasi yang melibatkan perusahaan telekomunikasi Maxis dan perusahaan telekomunikasi asal India, Aircel.

 

Themalaysianinsider melaporkan, pada 22 April polisi Indonesia akhirnya memasukkan Marshall sebagai DPO setelah diputuskan dirinya menjadi tersangka dalam kasus pidana pemalsuan sementara dia tergabung dengan perusahaan venture Astro Indonesia.

 

Sebelumnya, Marshall dituduh telah memalsukan dokumen yang mengakibatkan kerugian sebesar USD90 juta atau setara 270 juta ringgit Malaysia terhadap Astro yang bermitra dengan PT Ayunda Prima Mitra. Pengacara PT Ayunda Prima Mitra, Eko Purwanto mengatakan surat DPO tersebut berisi instruksi untuk menangkap bagi polisi di seluruh Indonesia dan dapat membawanya untuk diinterogasi lebih lanjut.

 

Sementara pengacara lainnya, Abimanyu Kameshwara, yang merupakan pengacara untuk First Media, yang menjadi anak usaha Ayunda Prima Mitra mengatakan bila Marshall telah dituduh menyalahgunakan dana operasional Astri Nusantara sebesar USD90 juta. First Media merupakan bagian dari Grup Lippo.

 

Sekadar informasi, Direct Vision, sebuah televisi berbayar yang menjadi bagian Ayunda, bermitra dengan Astro All Asia Networks pada periode 2006-2008 untuk menyediakan siaran televisi melalui satelit di bawah merek dagang Astro Nusantara.

 

Astro Nusantara menghentikan operasinya pada Oktober 2008 karena adanya perselisihan komersial antara Astro All Asia dan Grup Lippo. Hal ini dilansir dari themalaysianinsider seperti dikutip dari The Jakarta Globe. (ade)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...