Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia

Archived

This topic is now archived and is closed to further replies.

Lebay

Fokus LNG ke Domestik untuk Genjot Ekonomi

Recommended Posts

fo9dOm2Emt.jpgIlustrasi. (Foto: Daylife)

 

 

 

DENPASAR - Adanya perubahan paradigma pemerintah di bidang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) yang tidak hanya berorientasi ekspor namun juga fokus pada domestik akan berdampak positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.Pernyataan pemerintah bersama DPR yang menegaskan, adanya perubahan cara berfikir yang tidak hanya menggenjot LNG untuk pasar ekspor, namun juga fokus domestik, hal itu disambut positif pelaku bisnis LNG tanah air.

 

"Kalau melihat statemen Pak Satya widaya (Anggota Komisi VII DPR-RI), bahwa ada perubahan paradigma dari semula revenue base menjadi economic growth itu sangat bagus sekali," kata President Director Pertamina Gas, Gunung Sardjono Hadi di sela 2nd Annual LNG Transport, Handling and Storage, di Kuta, Bali, Selasa (24/4/2012).

 

Artinya, kalau dahulu orang menganggap LNG lebih terfokus pada ekspor, namun sekarang sudah mulai melirik pasar domestik. Hal itu akan berdampak positif untuk menumbuhkembangkan ekonomi domestik. Karena tidak hanya pada fokus revenue base tetapi juga pertumbuhan ekonomi.

 

"Menurut saya ini perubahan mainset yang bagus, artinya angin segar bagi pelaku industri yang membutuhkan LNG. Ke depan kita berharap LNG tidak hanya diekspor tetapi juga sebagaian untuk domestik," tegasnya dalam pertemuan yang didukung all event dan geo energi tersebut.

 

Untuk melihat kebutuhan LNG saat ini, kata Gunung, haruslah secara komprehensif. Jika dikombinasikan dengan "pipe gas", maka kebutuhan LNG di Jawa Barat, Jateng, Jatim saat ini relatif dapat terpenuhi. Menyoal regulasi pemerintah di bidang LNG yang perlu diperbaiki menyangkut kebijakan harga yang diharapkan bisa menolong dunia usaha.

 

Sementara dalam pertemuan yang berlangsung dua hari di Kuta Bali, dihadiri kalangan pemerintah seperti BUMN, swasta dan pelaku usaha LNG dalam dan luar negeri membahas berbagai hal.

 

Gunung menyatakan, pertemuan dimaksudkan sebagai media sharing bagi pelaku bisnis LNG dan antar stakeholder, guna mendengarkan berbagai kebijakan pemerintah seperti dari ESDM, HPP Migas.

 

"Para pelaku bisnis LNG bisa mendengar langsung kebijakan produser dari total LNG dan melihat perkembangan teknologi infrastruktur, berbagi pengalaman lainnya serta melihat update project yang sudah berkembang saat ini," tutupnya. (wdi)

 

 

p-89EKCgBk8MZdE.gif

 

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites

×
×
  • Create New...