bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta,CNBC Indonesia - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat peningkatan operasional dalam efisiensi biaya, yang secara kolektif memperkuat margin profitabilitas dan fondasi bisnis jangka panjang. Tercatat, melalui anak usahanya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mulai memproduksi emas dari hasil Tambang Emas Pani sebesar 1.818 ounces di kuartal I tahun 2026. Dari jumlah tersebut terjual sebanyak 516 ounces pada Maret 2026. Sementara tahun ini EMAS menargetkan penjualan sebanyak 100.000 - 115.000 ounces sepanjang 2026. Sejalan dengan strategi pertumbuhan, EMAS juga telah mengajukan Form A1 ke Bursa Efek Hong Kong untuk memperluas akses pendanaan global. Selanjutnya, di sektor nikel, melalui anak usahanya, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga mencatat menunjukkan pertumbuhan yang signifikan melalui produksi bijih di tambangnya yang meningkat tajam dengan saprolit naik 72% dan limonit naik 195% secara tahunan. Merdeka menargetkan seluruh pasokan saprolit yang berasal dari tambang nikel di Konawe ini untuk mendukung smelter RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace), sehingga meningkatkan efisiensi dan margin. Selain itu, konstruksi fasilitas HPAL (High-Pressure Acid Leach) PT SLNC telah mencapai 95%, sementara pabrik AIM mencatat output commissioning asam sulfat sebesar 120.911 ton pada kuartal I 2026, memperkuat rantai nilai hilirisasi nikel perusahaan. Di sisi lain, pihaknya juga terus meningkatkan pertumbuhan Proyek Tembaga Tujuh Bukit sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang. Pada kuartal I 2026, proyek ini memasuki tahap finalisasi studi kelayakan menuju kesiapan eksekusi, dengan pengujian metalurgi dan optimasi desain tambang yang terus dilakukan untuk meningkatkan perolehan dan efisiensi biaya serta memperkuat nilai ekonominya. Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat peningkatan yang signifikan. Cash Cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun 64% dibandingkan akhir tahun 2025 menjadi US$685/oz, sementara margin meningkat 130% dari akhir tahun 2025 menjadi US$ 4,156/oz, didukung harga emas yang kuat. Sedangkan bisnis nikel, margin NPI (Nickel Pig Iron) meningkat 76% dari kuartal IV tahun lalu menjadi US$3,982/ton. Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro mengungkapkan, perusahaan akan mempertahankan peringkat MSCI ESG "A" selama tiga tahun berturut-turut, memperkuat kepercayaan investor. "Kami membangun platform pertumbuhan terintegrasi, dengan emas sebagai penghasil arus kas dan nikel sebagai motor masa depan. Pencapaian di Pani dan kinerja nikel menegaskan peran strategis Perseroan dalam rantai pasok energi global," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026). Menurutnya, kombinasi pencapaian operasional dan penguatan struktur keuangan, Merdeka berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan sebagai perusahaan tambang terdiversifikasi dengan rantai nilai terintegrasi. (ayh/ayh) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites