Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Harga Minyak Terbang Lagi, Brent Lewati US$103

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar minyak dunia kembali bergejolak. Pada perdagangan Kamis pagi pukul 10.10 WIB, harga minyak melanjutkan reli tajam setelah ketegangan di Selat Hormuz semakin dalam.

Melansir Refinitiv, minyak mentah Brent berada di US$103,93 per barel, naik dari penutupan sebelumnya di US$101,91. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat ke US$95,05 per barel, dari US$92,96.

Kenaikan ini datang setelah sehari sebelumnya harga juga melonjak lebih dari 3%. Brent pada penutupan Rabu sempat naik US$1,85 atau 1,82%, sedangkan WTI bertambah US$1,91 atau 2,05%. Artinya, pasar sedang menempatkan premi risiko geopolitik dalam skala besar ke harga energi. Dalam kurang dari sepekan, Brent sudah naik dari US$90,38 pada 17 April menjadi nyaris US$104 pagi ini.

Akar kegelisahan pasar berada di Selat Hormuz, jalur sempit yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan minyak global.

Melansir Reuters, Iran mengklaim telah menyita dua kapal kontainer yang melintas tanpa izin. Pada saat yang sama, lalu lintas tanker di kawasan tersebut tetap minim karena perusahaan pelayaran menilai situasi keamanan terlalu berbahaya. Ketika kapal enggan lewat, pasokan dunia tersendat meski sumur minyak tetap memompa.

Pasar juga membaca bahwa perpanjangan gencatan senjata tidak otomatis berarti ekspor minyak akan pulih. Selama perang berlangsung, ekspor produsen Teluk Timur Tengah anjlok tajam dan memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern menurut sejumlah pelaku pasar. Jadi, meski peluru mereda sementara, aliran barel belum tentu kembali normal.

Presiden Donald Trump sebelumnya memperpanjang jeda konflik setelah rencana putaran kedua perundingan damai dengan Iran di Pakistan gagal terlaksana. Washington menyebut gencatan senjata tetap berlaku sampai para pemimpin Iran menyodorkan proposal terpadu untuk mengakhiri permusuhan dengan AS dan Israel.

Ancaman serangan langsung memang tertunda, tetapi risiko gangguan distribusi masih nyata. Militer AS tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran selama masa jeda konflik. Di sisi lain, Teheran terlihat nyaman memainkan pengaruhnya di jalur pelayaran paling penting dunia.

Presiden Rapidan Energy Bob McNally kepada CNBC International menilai kepemimpinan Iran mungkin terpecah, namun tetap berjalan. Menurutnya, Teheran merasa sedang memegang posisi tawar lebih kuat dan siap bertahan berbulan-bulan sambil menunggu harga minyak naik lebih tinggi dan pasar saham global melemah. Penilaian seperti ini memperkuat persepsi bahwa krisis belum dekat dengan akhir.

Bila melihat grafik harga, sentimen pasar berubah cepat. Brent berada di US$98,48 pada 21 April, naik ke US$101,91 sehari kemudian, lalu menembus US$103,93 pagi ini. WTI bergerak dari US$92,13 ke US$92,96 lalu US$95,05. Kenaikan beruntun tersebut menggambarkan pasar yang mulai menerima kemungkinan gangguan pasokan berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...