bot 0 Posted 8 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka-bukaan soal kemungkinan risiko downgrade indeks saham Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa otoritas bursa terus menjalin diskusi aktif dan konstruktif dengan MSCI. Hasilnya, MSCI telah mengakui seluruh upaya market transparency reform yang dilakukan oleh OJK, BEI, dan KSEI. "Dalam pembicaraan terakhir fokus kepada market reform yang sudah dilakukan oleh OJK BEI dan KSEI," ujar Nyoman saat ditanya tentang diskusi terkait kemungkinan downgrade indeks dengan MSCI, dalam jawaban tertulis, Kamis, (23/4/2026). Saat ini, MSCI tengah melakukan penilaian (assessment) lebih lanjut terhadap implementasi reformasi tersebut. Selain itu, lembaga indeks global tersebut sedang meminta tinjauan dari pelaku pasar global mengenai efektivitas perubahan aturan di Pasar Modal Indonesia. Nyoman menegaskan bahwa sejak pengumuman penyelesaian reformasi transparansi pada 2 April 2026, kepercayaan pasar terus menguat. Hal ini tercermin dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah meningkat sebanyak 8%, bergerak dari level 7.026 poin ke posisi 7.559 poin. "Hal ini juga mencerminkan publik dan investor menyambut positif atas reform yang sudah dilakukan," tambahnya. BEI juga menyediakan hotdesk khusus yang didedikasikan untuk menjawab kekhawatiran pelaku pasar secara intensif dan akomodatif. Otoritas bursa berkomitmen untuk memastikan perdagangan tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien selaras dengan standar global. (fsd/fsd) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites