Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

IHSG Sesi 1 Ditutup Turun 0,59%, DSSA dan BREN Ambruk

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi 1 ditutup di level 7.549,41, Selasa (21/4/2026). Indeks turun 44,7 poin atau 0,59%. 

IHSG mengalami koreksi, meskipun saham yang berada di zona hijau lebih banyak. Tercatat 373 saham naik, 315 turun, dan 271 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 9,79 triliun. Sebanyak 22,83 miliar saham berpindah tangan dalam 1,55 juta kali transaksi. 

Hingga jeda makan siang, BBRI dan BRPT menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, dengan masing-masing Rp 1,75 triliun dan Rp 1,35 triliun. 

Mengutip Refinitiv, ada empat saham yang menjadi pemberat utama IHSG siang ini. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang turun 13,15% ke level 2.840 berkontribusi -37,92 poin. Begitu pula dengan Barito Renewables Energy (BREN) yang berkontribusi -17,52 poin. 

Saham keduanya anjlok seiring dengan potensi didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI menegaskan bahwa saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) berpotensi dikeluarkan dari indeks, mengikuti kebijakan global yang berlaku.

Dalam konteks tersebut, BREN dan DSSA termasuk dalam daftar 9 saham HSC yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodia Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tercatat, BBRI juga masuk dalam daftar top laggards siang ini. BBRI menyeret IHSG sebesar 26,66 poin. Emiten bank jumbo ini koreksi 4,94% seiring dengan memasuki periode ex dividend hari ini. 

Sebagaimana diketahui, MSCI telah mengumumkan pembaruan terkait evaluasi free float sekuritas Indonesia per 20 April 2026, sebagai tindak lanjut dari kebijakan pembekuan rebalancing indeks yang telah disampaikan sebelumnya pada Januari 2026.

Dalam pernyataannya, MSCI menyoroti adanya kebijakan reformasi transparansi pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan KSEI.

Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan untuk mempertahankan kebijakan sementara, yakni tetap membekukan peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menambahkan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tidak melakukan kenaikan kelas saham antar segmen kapitalisasi.

Selain itu, MSCI dapat menggunakan data keterbukaan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan. Namun, data baru lainnya belum akan dimasukkan dalam perhitungan indeks hingga proses evaluasi selesai dan masukan dari pelaku pasar telah dipertimbangkan.

Ke depan, MSCI membuka ruang bagi masukan dari pelaku pasar terkait efektivitas kebijakan baru tersebut. Pembaruan lanjutan diharapkan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...