bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Perum Bulog [1]memastikan lonjakan harga plastik[2] kemasan tidak akan berdampak pada kenaikan harga beras[3] di dalam negeri.Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di tengah meningkatnya tekanan biaya bahan baku kemasan."Sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Jadi sudah ditentukan pada saat beliau mengambil rapat istana kemarin. Tidak ada kenaikan harga pangan, termasuk harga beras. Jadi tidak ada kenaikan harga pangan maupun harga beras," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Rizal menambahkan cadangan beras nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat, sehingga pihaknya meyakini tak akan terjadi kenaikan harga pangan, khususnya beras bagi masyarakat Indonesia. Ia mengakui kenaikan harga plastik menjadi tantangan tersendiri bagi Bulog, terutama dalam pengemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan. Menurutnya, kondisi ini juga menjadi persoalan bersama di berbagai sektor."Kemasan ini juga menjadi isu common enemy kami juga istilahnya, ,enjadi permasalahan bersama khususnya yang menggunakan plastik-plastik kemasan," tutur dia."Kami kemarin sudah melakukan rapat direksi juga, sudah mengambil kebijakan-kebijakan dan memberikan ruang-ruang khusus karena memang kondisinya juga memang harus mengikuti pasar yang ada di daerah," tambah Rizal lebih lanjut.Rizal menjelaskan Bulog telah mengambil langkah antisipatif dengan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menjaga biaya kemasan tetap terkendali, mengingat produk yang dikemas sebagian besar ditujukan untuk kebutuhan masyarakat."Mudah-mudahan kita diberikan harga yang terbaik dengan harga yang paling rendah. Namun, tidak mengurangi ataupun menurunkan kualitas dari kemasan tersebut. Harapannya seperti itu buat demikian," ujarnya.Di sisi lain, Bulog juga telah menyesuaikan komponen biaya internal untuk menekan dampak kenaikan harga plastik terhadap operasional."Kami kemarin sudah rapat direksi. Jadi HPS (harga perkiraan sendiri)-nya disesuaikan dengan kondisi seperti itu. Namun dengan harga yang betul-betul, yang seminimal mungkin untuk menekan supaya cost-nya tidak terlalu tinggi," kata Rizal.Kenaikan harga plastik terjadi akibat gangguan pasokan global, termasuk dari kawasan Timur Tengah yang menjadi pemasok utama bahan baku.Kondisi ini mendorong harga plastik naik signifikan di pasar dan mulai dirasakan pelaku industri dalam negeri.Sejumlah pelaku usaha menyebut harga plastik di tingkat produsen naik sekitar 30 persen hingga 60 persen, bahkan di tingkat pedagang bisa melonjak hingga 100 persen akibat keterbatasan stok.Di lapangan, kenaikan juga terlihat pada harga eceran, misalnya plastik kantong yang naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu, sedotan dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu, hingga plastik kemasan tertentu yang melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per pak.Keterbatasan pasokan juga membuat sejumlah barang sulit ditemukan di pasaran. Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga produk kemasan serta mengganggu distribusi pangan jika tidak segera diatasi.[Gambas:Youtube][4] (del/sfr) Add as a preferred source on Google [5] References^ Bulog (www.cnnindonesia.com)^ harga plastik (www.cnnindonesia.com)^ kenaikan harga beras (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites