Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Bos BI Ungkap Dua Sisi Perang AS vs Iran Buat Ekonomi

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan perang Iran versus Israel dan Amerika Serikat (AS) memiliki dua sisi analisa. Misalnya saja dari sisi harga komoditas, dampak langsung yang dirasakan dari konflik ini adalah gangguan distribusi minyak dunia.

Meski pangsa produksi Iran hanya 5%, Selat Hormuz memegang 20% dari distribusi minyak global. Gangguan di Selat Hormuz pun membuat harga minyak dunia melonjak, dan masih belum ada kesepakatan.

Di sisi lain, secara tidak langsung harga komoditas lain pun terkerek naik, seperti emas, batu bara, CPO, dan alumunium.

"Batu bara bisa naik karena mempersiapkan alternatif energi, CPO juga naik. Secara indirecet impact cukup bagus ke Indonesia, karena kita punya batu bara, CPO, dan emas," ujar Destry dalam Central Banking Forum, dengan tema Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global, di Jakarta, Senin (13/4/2026).

"Dampaknya ada dua sisi harga minyak naik, tapi komoditi ekspor juga meningkat," lanjutnya.

Kemudian dari sisi perdagangan, kontribusi Iran terhadap PDB global hanya 1%, dan eskpor-impor globalnya di bawah 1%. Namun, gangguan di Selat Hormuz membuat disrupsi di UEA dan Arab, dan membuat efek tidak langsung pada negera lain seperti China, Irak, Turki, dan India yang menjadi pusat produksi global.

Akibatnya ada kenaikan biaya logistik dan pengapalan, yang berdampak pada rantai pasok global.

"Kesimpulannya harga komoditas global naik, emas, coal, nikel, pertanian juga naik. Yang terbaru plastik karena ada supply chain, ujungnya ada penurunan produksi," kata Destry.

Dia menjabarkan Indonesia sendiri menurutnya memiliki momentum pertumbuhan ekonomi yang harus dijaga. Di kuartal I-2026 ekonomi Indonesia diperkirakan masih di kisaran 5%, dengan proyeksi 5,2% yang masih cukup kuat.

"Kita jaga sinergi kebijakan dengan sektor riil. Bapak presiden menyampaikan kita harus punya daya tahan energi," ujarnya.

Dia memaparkan, Presiden Prabowo telah memberikan pesan terkait daya tahan negara, dari sisi pangan, energi, dan keamanan. Dari sisi pangan, pemerintah fokus pada pembukaan lahan, MBG, hingga Koperasi Desar Merah Putih. Dari sisi ketahanan energi, dengan membangun kilang baru dan memanfaatkan batu bara yang dimiliki oleh Indonesia.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
[1]

References

  1. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...