bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Harga plastik dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pedagang di pasaran merasakan lonjakan tersebut.Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (6/4), menunjukkan adanya kenaikan harga pada berbagai jenis plastik, mulai dari kantong hingga sedotan.Mustaroh, penjual es kelapa di kawasan tersebut, mengaku kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang ia gunakan untuk berjualan. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia merinci, harga plastik kantong naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu, sementara sedotan naik dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu. Bahkan, plastik kemasan merek tomat melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per pak. Lantas, apa yang menyebabkan kenaikan harga plastik?Kenaikan harga plastik dipicu tekanan pada bahan bakunya. Pasokan nafta sebagai bahan baku utama tertekan akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan minyak global.Berdasarkan penjelasan di situs Chandra Asri, perusahaan petrokimia di Indonesia yang memproduksi bahan baku plastik dan biji plastik, nafta merupakan cairan hidrokarbon menengah yang diolah dari minyak mentah.[Gambas:Youtube][1]Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan 60 persen nafta masih diimpor dari Timur Tengah."Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).Ia menjelaskan ketergantungan terhadap impor bahan baku dari kawasan tersebut membuat Indonesia ikut terdampak ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi. Kondisi ini kemudian berimbas pada kenaikan harga plastik di dalam negeriUntuk mengatasi hal tersebut, Budi mengatakan pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari negara lain. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan menstabilkan harga di pasar."Nah, apa yang kemudian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika. Memang ini butuh waktu ya, karena kan tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain," ujarnya.Senada, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri tengah mencari sumber alternatif pasokan nafta di luar Timur Tengah, mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga, serta mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai substitusi.Meski harga mahal, Agus memastikan ketersediaan produk plastik tetap aman."Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4).Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), kinerja industri kemasan pada Maret 2026 masih berada pada fase ekspansi tinggi. Hal ini menunjukkan aktivitas produksi tetap berjalan dan stok produk plastik dinilai masih mencukupi. (dhz/ins) Add as a preferred source on Google [2] References^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites