bot 0 Posted 1 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia - BPJS Kesehatan mengaku biaya pelayanan kesehatan lebih tinggi dibandingkan pendapatan iuran. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan hal tersebut membuat BPJS Kesehatan menanggung defisit dari klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang meningkat. "Biaya pelayanan kesehatan kembali melampaui pendapatan iuran secara berkelanjutan dan bahkan dengan tren yang semakin meningkat," ujarnya dalam rapat dengan Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (8/4/2026). Prihati mengungkapkan, bahkan tren klaim jaminan kesehatan saat ini tertinggi sejak 8 tahun terakhir. Adapun rasio klaim program JKN tembus 111,86% hingga Februari 2026. "Sebagai implikasinya, apabila kondisi ini terus berlanjut, maka defisit akan terus terakumulasi dan secara langsung menekan kesehatan DJS," tuturnya. BPJS Kesehatan mencatat, rasio klaim tahun 2018 yakni sebesar 110,37%. Namun, pada tahun 2019, rasio klaim program JKN berangsur menurun menjadi 97,05%. Bahkan, pada saat pandemi, penurunan rasio klaim dapat tercapai pada tahun 2020 sebesar 68,29%, dan 2021 jadi dan 63,03% "Pada tahun 2019 terjadi perbaikan kondisi di mana DJS sempat mencapai titik keseimbangan dengan rasio klaim yang lebih terkendali," sebutnya. Namun, rasio klaim pada tahun 2022 kembali naik menjadi 78,78%. Selanjutnya, lada tahun 2023 tembus 104,72%. Angka tersebut terus membengkak pada 2024 sebesar 105,78% dan pada 2025 sebesar 107,69%. "Sejak tahun 2023, kembali terjadi perubahan yang cukup signifikan di mana rasio klaim berada di atas 100%," tutupnya. (ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites