bot 0 Posted 6 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi XI DPR[1] RI memanggil jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia[2] (BI) dalam rapat kerja untuk membahas laporan kinerja bank sentral tahun 2025.Laporan itu disampaikan di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17 ribu per dolar AS pekan ini.Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan rapat tersebut merupakan bagian dari evaluasi tahunan DPR terhadap kinerja BI, termasuk dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan nasional. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Laporan triwulanan dan tahunan yang disampaikan dievaluasi DPR dan digunakan sebagai bahan penilaian tahunan kinerja BI," ujar Misbakhun dalam rapat di Jakarta, Rabu (8/4). Ia menilai secara umum BI mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan ketahanan sistem keuangan di tengah ketidakpastian global, meski belakangan rupiah mengalami tekanan signifikan.Dalam rapat tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan langkah lanjutan untuk menstabilkan rupiah, salah satunya dengan meningkatkan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).Kebijakan ini ditempuh untuk merespons gejolak pasar keuangan global yang dipicu konflik geopolitik serta arus keluar modal asing.Menurut Perry, peningkatan penerbitan SRBI dilakukan untuk menyeimbangkan upaya intervensi nilai tukar sekaligus menjaga likuiditas dan menarik aliran modal masuk."Oleh karena itu, kenapa sekarang untuk 2026 ini untuk SRBI mulai akan naik ini agar kami harus juga balance keperluan stabilkan nilai tukar rupiah, intervensi, dan bagaimana outflow tidak terlalu buruk," ujarnya.Di sisi lain, DPR menilai pelemahan rupiah hingga menembus Rp17 ribu per dolar AS tidak bisa hanya ditangani oleh BI. Anggota Komisi XI DPR RI Habib Idrus Salim Aljufri menegaskan perlunya keterlibatan aktif pemerintah melalui kebijakan fiskal dan penguatan sektor riil."Pelemahan rupiah hingga menembus Rp17 ribu per dolar AS ini harus menjadi alarm serius. Pemerintah perlu memastikan langkah stabilisasi berjalan efektif dan tidak setengah-setengah," kata Idrus.Ia juga mengingatkan bahwa tekanan terhadap rupiah berpotensi memicu kenaikan harga barang impor, inflasi, hingga menekan daya beli masyarakat.Oleh karena itu, ia meminta langkah kebijakan yang terkoordinasi serta komunikasi publik yang transparan untuk menjaga kepercayaan pasar."Faktor global memang di luar kendali, tapi daya tahan ekonomi nasional ada di tangan kita. Penguatan industri dalam negeri dan peningkatan ekspor bernilai tambah harus jadi prioritas," pungkas Idrus.Sementara itu, pada perdagangan Rabu (8/4), rupiah dibuka menguat ke level Rp16.970 per dolar AS setelah sehari sebelumnya sempat melemah ke Rp17.090 per dolar AS. Penguatan ini terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS di pasar global.[Gambas:Youtube][3] (lau/sfr) Add as a preferred source on Google [4] References^ DPR (www.cnnindonesia.com)^ Bank Indonesia (www.cnnindonesia.com)^ [Gambas:Youtube] (www.youtube.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites