bot 0 Posted 5 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara perihal nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS. Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup di zona merah dengan depresiasi 0,35% ke level Rp17.090/US$. Posisi ini kembali mencetak rekor sebagai level penutupan terlemah sepanjang masa bagi mata uang Garuda. "Kalau rupiah kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya. Saya percaya bisa betulin," kata Purbaya saat ditemui pewarta, Selasa (7/4/2026). Menurutnya, simulasi nilai tukar rupiah di dalam asumsi makro sudah diubah. Saat ini, dia menilai levelnya masih berada di level yang sesuai denga skenario pemerintah. "Jadi itu masih dalam Itu masih dalam skenario," katanya. Pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, dolar AS masih cenderung stabil di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang terus mencermati eskalasi konflik Iran. Perhatian pelaku pasar tertuju pada tenggat terbaru dari Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski sempat muncul laporan mengenai upaya terakhir untuk mendorong gencatan senjata, pasar global sejauh ini masih tetap dibayangi ketidakpastian. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap inflasi yang lebih tinggi, mengubah ekspektasi arah suku bunga global, sekaligus membuat dolar AS kembali diburu sebagai aset safe haven. Akibatnya, ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas. (haa/haa) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites