bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). seiring tekanan dari penguatan dolar AS di pasar global serta sentimen domestik. Melansir Refinitiv, pada perdagangan Senin (6/4/2026), rupiah ditutup di zona merah dengan depresiasi 0,24% ke level Rp17.030/US$. Posisi ini menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah bagi rupiah. Penutupan hari ini juga menandai pertama kalinya mata uang Garuda berakhir di atas level psikologis Rp17.000/US$ di pasar spot. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih bergerak di zona positif, meski cenderung stabil, yakni di level 100,044. Pelemahan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, penguatan dolar AS di pasar global membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin sempit. Dolar AS masih diburu investor seiring pasar mencermati perkembangan terbaru konflik Iran, terutama setelah muncul ultimatum terbaru dari Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Dalam unggahan di media sosial pada Minggu Paskah, Trump mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran pada Selasa waktu setempat apabila jalur strategis tersebut belum juga dibuka. Sikap ini dinilai memperkuat kekhawatiran pasar bahwa gangguan geopolitik berpotensi berlangsung lebih lama dan berdampak lebih luas terhadap perekonomian global. Pasar kini melihat konflik tersebut bukan semata persoalan geopolitik, melainkan juga risiko ekonomi yang bisa merambat dari lonjakan harga minyak ke inflasi, lalu memengaruhi arah suku bunga. Dalam situasi seperti ini, dolar AS kembali menjadi aset safe haven utama yang paling diburu investor. Dari dalam negeri, sentimen juga datang dari kondisi fiskal. APBN 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun hingga Maret 2026, atau setara 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit ini muncul di tengah belanja negara yang mulai meningkat pada awal tahun, sehingga ikut menjadi perhatian pelaku pasar. (evw/evw) [Gambas:Video CNBC][1] References^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites