Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Stok Melimpah, Bulog Siap Salurkan SPHP Kemasan 2 Kg

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog[1] memastikan siap menyalurkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP[2]) dalam kemasan 2 kilogram (kg) seiring melimpahnya stok beras[3] nasional.

Penyaluran tersebut tinggal menunggu penugasan resmi dari pemerintah, yakni Badan Pangan Nasional (Bapanas). Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto mengatakan perusahaan telah menyiapkan segala kebutuhan untuk mendukung distribusi kemasan baru tersebut.

"Apabila kami ditugaskan kami siap untuk melaksanakan. Stok beras kita banyak," kata Prihasto di Hotel Pantai Gapura, Makassar, Senin (6/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan Bulog akan langsung bergerak begitu penugasan diterima tanpa menunggu waktu lama. Proses distribusi akan dilakukan secepat mungkin sesuai arahan pemerintah.

"Begitu ada penugasan, Bulog langsung bergerak. Kita sesegera mungkin sesuai dengan penugasan yang diberikan," ujarnya.

Terkait desain, Prihasto menyebut kemasan 2 kg pada dasarnya sama dengan kemasan beras SPHP yang sudah ada hanya berbeda ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

"Desainnya sama seperti kemasan biasa, hanya ukuran 2 kilogram. Harganya tetap dihitung per kilogram, kalau di gudang Bulog sekitar Rp11 ribu per kilogram," jelasnya.

Dari sisi pasokan, Bulog menegaskan tidak ada kendala karena stok beras dalam kondisi mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki penugasan penyaluran SPHP sebesar 823 ribu ton yang dapat dialokasikan sesuai kebutuhan, termasuk jika kemasan 2 kg mulai diterapkan.

"Intinya stok kita banyak. Kalau memang di petunjuk teknisnya dibuat yang 2 kilogram, kita segera siapkan," kata Prihasto.

Ia juga mengungkapkan posisi cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini berada di level tinggi. Menurut Prihasto, stok beras nasional telah melampaui 4,5 juta ton. Hal ini menunjukkan ketersediaan beras sangat melimpah.

Prihasto menambahkan jumlah tersebut masih berpotensi terus meningkat dalam waktu dekat seiring produksi yang terus berjalan sehingga diperkirakan stok dapat menembus 5 juta ton pada minggu ketiga April tahun ini.

"Insya Allah sampai minggu ketiga April, stok kita bisa mencapai 5 juta ton," ujarnya lebih lanjut.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kemasan beras SPHP 2 kg masih dalam tahap desain dan akan segera disalurkan setelah proses tersebut rampung.

Ia menegaskan percepatan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih fleksibel.

"Segera. Begitu selesai langsung. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan. Apa saja untuk rakyat," ujarnya.

Berdasarkan ketentuan Bapanas, beras SPHP kini dapat disalurkan dalam dua pilihan kemasan, yakni 5 kg dan 2 kg dengan harga yang tetap diatur sesuai wilayah.

Di tingkat konsumen, harga maksimal ditetapkan Rp12.500 per kg untuk wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi; Rp13.100 per kg untuk sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, dan NTT; serta Rp13.500 per kg untuk Maluku dan Papua.

====[4]

(del/ins) Add logo.png?v=12.3.2 as a preferred
source on Google
[5]

References

  1. ^ Bulog (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ SPHP (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ stok beras (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)
  5. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...