Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

IHSG Sesi 1 Turun 0,79%, Saham BREN dan DSSA Kena Tekanan Jual

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi I perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026), seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG parkir di level 6.971,01 atau turun 0,79%.

Sejak awal perdagangan, indeks sudah berada di zona merah, bahkan sempat terkoreksi hingga lebih dari 1%.

Secara pergerakan intraday, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.009,23, sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh level terendah di 6.934,89. Pola pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah sentimen pasar yang cenderung negatif.

Nilai transaksi pada sesi I tercatat mencapai Rp8,47 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 16,74 miliar saham dan frekuensi transaksi menyentuh 1,02 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.146 triliun.

Mengutip Revinitif, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi pemberat utama dengan kontribusi -20,73 poin. Kemudian diikuti oleh Barito Renewables Energy (BREN) dengan sumbangsih -19,55 poin dan Bank Central Asia (BBCA) -9,37 poin. 

Hal tersebut seiring dengan saham DSSA yang turun 8,35% dan BREN -11,04%.

Adapun DSSA dan BREN merupakan saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi pada emiten.

Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi membuka data terkait HSC.

Selain itu, IHSG masih dibayangi oleh sejumlah sentimen global dan dalam negeri. Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump telah mempublikasikan unggahan di media sosial yang penuh kata-kata kasar, di mana ia mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara tersebut gagal memenuhi tenggat hari Selasa untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua pelayaran.

Ia mengulangi ancaman sebelumnya untuk melepaskan "neraka", namun mengatakan kepada media AS bahwa ada "peluang besar" tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Iran mengejek ultimatum tersebut, menyebutnya sebagai "tindakan putus asa, gugup, dan bodoh".

Ancaman terbaru Trump muncul setelah ia mengumumkan bahwa awak kedua dari jet tempur AS yang ditembak jatuh di atas Iran telah berhasil diselamatkan dalam operasi di dalam wilayah yang sangat berbahaya.

Dari dalam negeri, pemerintah akan menggelar konferensi pers mengenai kebijakan transportasi dan BBM pada pukul 13.30 WIB. Kebijakan ini sangat ditunggu karena akan mempengaruhi masyarakat secara langsung.

Sejauh ini, pemerintah belum mengindikasikan akan menaikkan harga BBM untuk menjaga ekonomi.

Hadir dalam konferensi pers hari ini adalah -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, - Menteri Keuangan Menteri Perhubungan, dan Sekretaris Kabinet.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
[1]

References

  1. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...