bot 0 Posted 9 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar saham Indonesia sepanjang periode 30 Maret hingga 2 April 2026, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penurunan aktivitas transaksi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan net sell sebesar Rp2,95 triliun dalam sepekan. Secara keseluruhan, nilai pembelian asing tercatat Rp21,82 triliun, sementara penjualan mencapai Rp24,76 triliun. Sejalan dengan arus keluar dana asing tersebut, IHSG turut terkoreksi 0,99% secara mingguan ke level 7.026,78 dari posisi sebelumnya di 7.097,05 . Sepanjang pekan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.207,16 dan terendah di 6.945,50, menunjukkan volatilitas yang masih cukup tinggi di tengah sentimen pasar yang belum stabil. Tidak hanya itu, pelemahan IHSG juga dibarengi dengan penurunan signifikan pada aktivitas perdagangan. Rata-rata nilai transaksi harian anjlok 36,69%, sementara volume transaksi turun 8,62%. Kapitalisasi pasar pun ikut tergerus sebesar 1,69% menjadi Rp12.305 triliun. Tekanan jual asing terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan komoditas. Saham-saham bank besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI tercatat menjadi pemberat utama pergerakan IHSG sepanjang pekan, seiring derasnya aksi distribusi asing. Selain itu, sejumlah saham berbasis komoditas seperti ANTM, MDKA, hingga ENRG juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak dilepas investor asing. Secara sektoral, kondisi ini tercermin dari pelemahan sektor keuangan yang turun 2,23%, diikuti sektor bahan baku yang turun 1,84% dan energi yang melemah 1,52%. Di sisi lain, sektor konsumer non-primer dan industri masih mampu mencatatkan penguatan masing-masing sebesar 6,58% dan 3,35%. Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan 30 Maret–2 April 2026: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp1,29 triliun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp781,1 miliar PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp205,1 miliar PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp197,3 miliar PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp170,6 miliar PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp168,8 miliar PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp151,6 miliar PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp145,8 miliar PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp118,8 miliar PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp104,5 miliar (mkh/mkh) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites