Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

BPS Sebut Tradisi Rica-Rica Dorong Inflasi Cabai di Gorontalo

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik[1] (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat cabai[2] rawit kembali menjadi penyumbang inflasi tertinggi di wilayah tersebut pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu tingginya konsumsi masyarakat terhadap makanan bercita rasa pedas, terutama menu rica-rica, selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Watekhi, mengatakan fenomena musiman tersebut mendorong permintaan cabai rawit meningkat signifikan di pasaran.

"Andil tertinggi di Gorontalo adalah cabai rawit. Ini luar biasa karena fenomena Ramadan dan Idulfitri sehingga masyarakat banyak mengonsumsi makanan bercita rasa pedas atau menu rica-rica," ujar Watekhi di Gorontalo, Kamis (2/1) mengutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPS mencatat, cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,24 persen pada periode tersebut. Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap komoditas ini membuat permintaan tetap kuat, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

Meski demikian, tekanan inflasi dari cabai rawit relatif tertahan oleh pergerakan harga komoditas hortikultura lainnya. Beberapa bahan pangan seperti tomat mulai menunjukkan tren penurunan harga, meski dampaknya terhadap inflasi secara keseluruhan masih terbatas.

Secara umum, inflasi bulanan Gorontalo pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,24 persen. Angka ini mencerminkan kondisi ekonomi daerah yang relatif stabil di tengah fluktuasi harga pangan musiman.

Jika dibandingkan dengan tingkat nasional, inflasi Gorontalo tergolong rendah. Provinsi ini bahkan masuk dalam jajaran enam daerah dengan inflasi terendah di Indonesia pada periode tersebut.

BPS menilai stabilitas tersebut tidak lepas dari upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan di daerah. Sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah pun diimbau untuk terus mengawal distribusi bahan pokok, terutama menjelang hari raya, guna mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi.

BPS berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok.

(tis/tis) Add logo.png?v=12.3.2 as a preferred
source on Google

====
[4]

[3]

References

  1. ^ Badan Pusat Statistik (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ cabai (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...