bot 0 Posted 2 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha kawasan industri mulai melaporkan adanya kenaikan harga bahan baku[1] di sejumlah sektor industri di Indonesia sebagai dampak dari perang antara Amerika Serikat[2] (AS) dan Israel[3] melawan Iran[4].Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik Prasetiyono mengungkapkan, sektor yang terdampak di antaranya adalah otomotif, elektronik, tekstil, farmasi, alat kesehatan, serta makanan dan minuman. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Itu komponen bahan bakunya tinggi dan itu sudah melampaui kenaikan," katanya dalam acara 'Economic with Rully Kurniawan' di CNN Indonesia, Kamis (2/4).Menurut dia, sektor-sektor tersebut terdampak karena penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang mengganggu jalur perdagangan global. Ia menjelaskan, tidak hanya komoditas energi yang bergantung pada jalur tersebut, tetapi juga yang berbasis petrokimia. Adapun Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia.Oleh karena itu, penutupan jalur ini pun mendorong kenaikan biaya industri, mengingat sektor petrokimia dan logistik merupakan komponen utama dalam struktur biaya.Didik mencontohkan, dampak yang sudah dirasakan masyarakat adalah kenaikan harga plastik. Industri plastik disebut menjadi salah satu yang paling terdampak akibat lonjakan harga energi dan petrokimia.Selain itu, sektor makanan dan minuman yang turut memengaruhi inflasi, diikuti tekstil dan produk tekstil, otomotif, elektronik, serta sektor logistik dan transportasi yang juga mengalami tekanan.Pemerintah diminta terbukaDalam kondisi ini, Didik meminta pemerintah lebih terbuka kepada publik terkait situasi yang terjadi. Ia menilai, pelaku usaha dan masyarakat memahami bahwa kondisi ini merupakan dampak krisis global, bukan semata kesalahan pemerintah.Ia juga yakin pemerintah sudah berupaya keras menghadapi situasi ini, salah satunya dengan menahan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi yang jujur terkait kondisi krisis yang dihadapi."Kunci utamanya adalah kejujuran dan kebersamaan. Jadi komunikasi publiknya, pemerintah terutama, jangan sampai offside dan sebagainya. Kita harus bersama-sama menghindari dampak yang tidak diinginkan," ujar Didik.Ia juga meminta kepada pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, terutama BBM dan LPG, serta menghadirkan kebijakan yang adaptif untuk menjaga daya saing industri nasional.Ia mencontohkan perlunya kemudahan di sektor logistik dan transportasi melalui regulasi yang lebih antisipatif."Dunia usaha pun akan berusaha bertahan. Kita akan beradaptasi dan menyesuaikan biaya, menjaga produksi tetap berjalan, adaptasi di tengah ketidakpastian. Itu akan kita lakukan," ujar Didik. (dhz/asr) Add as a preferred source on Google [5] References^ bahan baku (www.cnnindonesia.com)^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)^ Israel (www.cnnindonesia.com)^ Iran (www.cnnindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites