Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Pengiriman Makanan Siap Saji Langkah Awal Integrasi Ekonomi Haji-Umrah

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia memiliki potensi ekosistem ekonomi tahunan yang sangat besar dengan jumlah jamaah haji melebihi dua ratus ribu orang per tahun. Selain haji, terdapat sekitar dua juta jamaah umrah setiap tahun yang memerlukan berbagai layanan pendukung seperti perhotelan dan transportasi.

Potensi besar ini mencakup aspek logistik serta konsumsi yang diharapkan dapat memposisikan Indonesia secara strategis dalam rantai nilai ekonomi. Pemerintah ingin memastikan perputaran uang dari aktivitas tersebut tetap terjadi di dalam negeri untuk memperkuat ekonomi nasional.

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi fokus utama Pemerintah dalam menjaga keseimbangan devisa negara. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi arus keluar devisa dan meningkatkan arus masuk devisa nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Strategi Indonesia Incorporated memerlukan sinergi antara Kementerian, Lembaga, dan BUMN untuk mendorong ekosistem yang terintegrasi. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menyatakan bahwa momentum sinergi antara kementerian/lembaga dan BUMN dalam pengiriman logistik haji yang dimulai pada 2026 merupakan langkah awal yang akan terus dioptimalkan.

“Beberapa potensi kolaborasi lainnya seperti pengiriman oleh-oleh haji dan umrah serta pengiriman makanan untuk kebutuhan jamaah umrah sepanjang tahun yang tentunya akan berdampak langsung dalam menahan pelebaran defisit neraca jasa nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Pelepasan Ekspor Bumbu Pasta dan Makanan RTE di Tangerang, Kamis (2/4). Kegiatan ini menandai sinergi BUMN dalam mendukung ekosistem logistik haji tahun 2026 secara lebih efisien.

Pemerintah terus mendorong penggunaan produk nasional yang memiliki cita rasa nusantara untuk dikonsumsi oleh jamaah haji Indonesia. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui pengiriman bumbu pasta dan makanan siap saji yang diproduksi di dalam negeri.

Dukungan logistik untuk pengiriman ini melibatkan kolaborasi antara PT Garuda Indonesia dan PT Pos Indonesia. Sinergi kedua BUMN tersebut bertujuan memberikan biaya logistik yang lebih efisien serta kompetitif bagi seluruh pihak terkait.

Inisiasi perdana pada tahap pertama ini akan mengirimkan sebanyak 100 ton bumbu pasta dan makanan siap saji ke Arab Saudi. Proses pengiriman dilakukan secara bertahap mulai 2 April hingga 6 April 2026.

Pemerintah juga telah menjadwalkan pengiriman tahap berikutnya sebanyak 130 ton pada periode selanjutnya. Jadwal pengiriman kedua tersebut direncanakan berlangsung dalam rentang waktu antara 17 hingga 29 April 2026.

Data Neraca Pembayaran Indonesia menunjukkan defisit neraca jasa pada tahun 2025 telah mencapai angka US$19,8 miliar. Jasa transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap defisit tersebut karena besarnya penggunaan layanan dari penyedia asing oleh jamaah.

Defisit jasa transportasi ini bersumber dari pengeluaran jamaah untuk kebutuhan logistik dan konsumsi selama berada di luar negeri. Pemanfaatan penyedia layanan nasional diharapkan dapat meningkatkan potensi penghematan devisa negara secara signifikan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menyatakan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk menciptakan ekosistem yang kuat. Menurutnya, manfaat dari integrasi ini harus dirasakan langsung oleh jamaah dan masyarakat luas.

"Sudah saatnya Kementerian/Lembaga dan BUMN bersanding dan berkolaborasi untuk mendukung terwujudnya ekosistem haji dan umrah yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga masyarakat Indonesia melalui multiplier effect dalam rantai nilai ekonomi yang terintegrasi," papar dia.

Penguatan ekosistem logistik ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan ibadah haji, namun juga berlanjut untuk kebutuhan umrah. Hal ini mencakup layanan katering, transportasi, perdagangan, serta penyediaan oleh-oleh bagi para jamaah Indonesia.

Seluruh layanan pendukung tersebut nantinya akan diupayakan untuk melibatkan lebih banyak penyedia jasa dari dalam negeri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem haji dan umrah.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menindaklanjuti pertemuan antara Menko dan Wamen Haji untuk memperkuat ekosistem haji agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Mulai saat ini ketika bicara haji dan umrah kita tidak hanya bicara aspek ritualnya saja,” tegasnya.

Sebagai informasi, cara pelepasan ekspor ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti, Sekretaris Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Cecep Khairul Anwar, dan Direktur Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Tri Hidayatno.

Hadir juga Perwakilan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), serta Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

(rir) Add logo.png?v=12.3.2 as a preferred
source on Google
[1]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...