Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Berapa Lama APBN Mampu Tahan Kenaikan Harga BBM Saat Minyak Bergolak?

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menyiapkan berbagai mitigasi dan antisipasi dalam menghadapi lonjakan harga minyak[1] dunia imbas dari perang Iran [2]melawan agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun, menaikkan harga BBM[3] tak jadi plihan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan terdapat beberapa hal transformasi dan perubahan dalam menghadapi perkembangan dan dinamika global geopolitik saat ini, termasuk efisiensi dan realokasi anggaran.

"Khususnya dalam mitigasi dan antisipasi perkembangan dan dinamika global dan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan transformasi dan perubahan. Program kebijakan ini disebut dengan 8 butir transformasi budaya kerja nasional, dan nanti ditambah kebijakan energi," ungkap Airlangga dalam konferensi pers secara daring di Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) satu hari seminggu setiap Jumat demi efisiensi energi. Kebijakan tersebut diperkirakan dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun. Sementara, total pembelanjaan bahan BBM masyarakat yang berpotensi dihemat mencapai Rp59 triliun.

Pemerintah juga melakukan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan negara, melalui prioritasisasi dan refocusing belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dalam rentang Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun. Belanja yang kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial, dipangkas.

Kemudian, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diubah menjadi sedang lima hari dalam sepekan. Penghematannya sekitar Rp20 triliun.

Dengan berbagai strategi itu, seberapa lama pemerintah mampu menahan kenaikan harga BBM agar APBN tak jebol?

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menjelaskan secara teknis persoalannya bukan soal mampu atau tidak, tetapi seberapa mahal harga yang harus dibayar karena menunda berhadapan langsung dengan realitas.

Ronny menilai realokasi anggaran hanya memberi napas pendek, apakah hanya hitungan minggu atau bulan, tergantung seberapa besar deviasi harga minyak dari asumsi APBN. Subsidi dan kompensasi energi bekerja seperti kebocoran fiskal yang tidak terlihat, tetapi pasti terus membesar.

"Jadi kalau harga global bertahan tinggi, ruang fiskal akan cepat tergerus. Pemerintah dihadapkan pada pilihan klasik antara menambah utang, memangkas belanja lain, atau akhirnya menaikkan harga BBM juga. Dengan kata lain, kebijakan ini lebih mirip 'menunda kenaikan' daripada 'mencegah kenaikan'," ujar Ronny kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Add logo.png?v=12.3.2 as a preferred
source on Google
[4]

References

  1. ^ harga minyak (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Iran (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ BBM (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...