bot 0 Posted 1 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB) Koperasi tak hanya fokus pada aspek pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). LPDB juga memastikan kesiapan ekosistem kelembagaan dan infrastruktur pendukung KDKMP di daerah. Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan ini merupakan bentuk dukungan dan peran LPDP pada pengembangan KDKMP yang saat ini sudah dalam tahap operasionalisasi.Menurutnya hal ini dilakukan melalui monitoring dan tinjauan lapangan secara intensif. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Monitoring tersebut mencakup identifikasi terhadap progres penyelesaian pembangunan fisik KDKMP, kesiapan tim verifikasi dan validasi di daerah, serta dukungan pemerintah daerah dalam pembentukan koperasi sekunder yang akan berperan sebagai penghubung dan pusat distribusi bagi KDKMP di wilayah masing-masing," kata Krisdianto. Monitoring ini telah dilakukan di sejumlah wilayah strategis, antara lain Provinsi Bali dengan 7 KDKMP, Kalimantan Barat 14 KDKMP, Kalimantan Timur 10 KDKMP, serta Kalimantan Tengah 1 KDKMP.Dalam rangka memastikan penyaluran dana bergulir berjalan secara tepat sasaran, LPDB Koperasi juga melakukan inovasi melalui penerapan Innovative Credit Scoring (ICS). Sistem ini diintegrasikan dengan menu pembiayaan dalam platform Simkopdes, sehingga proses penilaian kelayakan pembiayaan menjadi lebih cepat, objektif, dan berbasis data.Penerapan ICS merupakan langkah strategis LPDB Koperasi dalam memperkuat akuntabilitas sekaligus melakukan mitigasi risiko dalam penyaluran dana bergulir kepada KDKMP.Krisdianto menegaskan bahwa transformasi skema pembiayaan menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi desa."Kami memastikan bahwa setiap penyaluran dana bergulir kepada KDKMP dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan berbasis data. Melalui penerapan ICS yang terintegrasi dalam sistem Simkopdes, LPDB Koperasi tidak hanya mempercepat proses pembiayaan, tetapi juga memperkuat mitigasi risiko serta memastikan dana bergulir benar-benar produktif dan berkelanjutan," kata Krisdianto.Menurutnya sinergi dengan pemerintah daerah dan penguatan kelembagaan koperasi sekunder menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem distribusi yang efisien dan terintegrasi."KDKMP tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta kehadiran koperasi sekunder sebagai aggregator yang menghubungkan produksi dan distribusi. LPDB Koperasi hadir untuk memastikan ekosistem ini berjalan optimal melalui dukungan pembiayaan yang tepat dan berkelanjutan," kata Krisdianto. (tim/sur) Add as a preferred source on Google ====[2] [1]References^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites