bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Kenaikan harga[1] dan kelangkaan plastik[2] yang dipicu gangguan pasokan global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz[3] yang mendorong biaya logistik dan energi, mulai dirasakan industri dalam negeri.Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga produk makanan dan minuman dalam kemasan.Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyebut tekanan terhadap industri semakin berat akibat kenaikan biaya bahan baku, energi, serta fluktuasi nilai tukar. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Jadi saya kira dampaknya sangat luar biasa ya. Pertama, tentunya yang paling cepat itu adalah kenaikan nilai tukar ya. Nilai tukar rupiah dan energi, ini sangat berat sekali buat industri. Karena kita banyak sekali yang harus beli dalam dolar AS. Ini yang paling berat," kata Adhi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/3). Ia menjelaskan kondisi tersebut juga berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, terutama plastik. Pasalnya, pasokan bahan baku plastik selama ini banyak berasal dari Timur Tengah.Namun, produsen di kawasan tersebut dilaporkan tidak dapat berproduksi atau mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga ketersediaan plastik di pasar menjadi sangat berkurang."Dan ini juga terkait dengan ketersediaan bahan baku, terutama plastik. Plastik ini dari Timur Tengah itu banyak memasok bahan baku untuk industri plastik. Dan mereka menyatakan tidak bisa produksi atau berkurang jauh produksinya. Dan ini menyebabkan ketersediaan plastik di pasar menjadi sangat berkurang," ujarnya.Menurut Adhi, industri hulu plastik di dalam negeri juga mengalami penurunan produksi hingga sekitar sepertiga kapasitas. Bahkan, sejumlah pemasok dilaporkan tidak dapat berproduksi karena keterbatasan bahan baku.Di tengah kondisi tersebut, harga plastik melonjak signifikan. Ia menyebut kenaikan harga di tingkat produsen berkisar 30 persen hingga 60 persen, bahkan di tingkat pedagang bisa mencapai dua kali lipat akibat keterbatasan stok."Saya dapat info juga bahkan beberapa pedagang plastik itu menaikkan harga bisa sampai 100 persen karena mereka merasa stoknya terbatas, sementara dibutuhkan," kata Adhi.Kenaikan harga dan kelangkaan ini dinilai akan berdampak langsung pada harga produk kemasan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang memiliki daya tahan stok terbatas."Sudah pasti naik (harga produk kemasan), karena ini mau tidak mau. Apalagi kalau perusahaan kecil, industri kecil menengah itu ketahanan industri itu kan rentan, mereka stoknya tidak banyak. Begitu mereka stoknya habis, mau enggak mau mereka langsung harga naik karena sangat tidak mungkin sekali ini jadi berat," ujarnya.Ia mengingatkan kondisi ini berpotensi mendorong inflasi serta berdampak pada ketahanan pangan, karena keterbatasan kemasan dapat menghambat distribusi produk.Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan intervensi melalui koordinasi yang kuat antara sektor hulu hingga hilir, termasuk para pelaku usaha dan pedagang, agar tidak terjadi praktik yang memperburuk situasi.Adhi mengingatkan dampak dari kondisi ini tidak hanya terbatas pada industri, tetapi juga berpotensi memicu inflasi tinggi, mengganggu ketersediaan pangan akibat keterbatasan kemasan, serta memengaruhi ketahanan pangan nasional.Dalam kondisi tersebut, konsumen dinilai akan menjadi pihak yang paling terdampak karena harus menanggung kenaikan harga.Ia berharap pemerintah segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna menyinkronkan kebijakan dari hulu ke hilir, sehingga solusi yang diambil tidak membebani pihak tertentu."Kita berharap juga pemerintah mendukung kebijakan fiskal. Misalnya yang paling cepat adalah dalam situasi force majeure saat ini bea masuk bahan baku khususnya plastik dan bahan baku lainnya bisa segera ditangguhkan atau ditanggung pemerintah atau ditanggungkan agar tidak mengurangi beban yang sudah berat saat ini," jelas Adhi.Ia juga menilai perlunya penyelarasan regulasi untuk menekan biaya-biaya yang masih dapat dikurangi agar beban industri tidak semakin berat di tengah tekanan yang ada saat ini.====[4] (del/ins) Add as a preferred source on Google [5] References^ Kenaikan harga (www.cnnindonesia.com)^ plastik (www.cnnindonesia.com)^ Selat Hormuz (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites