Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Tok! Bank Mega Sepakat Bagi Dividen Rp 2 Triliun, Naik 90%

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Mega Tbk (MEGA) sepakat membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp2 triliun atau setara Rp171,95 per saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Besaran dividen itu setara dengan 60% dari laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp3,4 triliun.

Pada tahun lalu Bank Mega membagikan total dividen senilai Rp 1,05 triliun atau Rp 89,64. Artinya dividen dari tahun buku 2025 naik 91,82% dibandingkan dengan dividen tahun buku 2024. 

Adapun rapat tersebut juga menyetujui penyisihan dana dari laba sebesar Rp35,1 juta sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan pasal 70 UUPT. Kemudian sisa sebesar Rp1,3 triliun akan dibukukan sebagai saldo laba.

Dalam RUPST tersebut juga diputuskan pembagian Saham Bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) dengan total nilai sebesar Rp5,87 triliun.

Perseroan akan membagikan sebanyak 11,74 miliar saham bonus dimana pembagian saham bonus dilakukan secara proporsional dengan kepemilikan saham dari setiap pemegang saham Perseroan dengan rasio 1:1.

Sebagai informasi, Bank Mega mencatat laba setelah pajak atau profit after tax sebesar Rp3,36 triliun pada tahun 2025. Perolehan itu meningkat sebesar 28% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama setahun sebelumnya sebesar Rp2,63 triliun.

Profit Before Tax (PBT) menjadi Rp4,16 triliun atau tumbuh dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,26 triliun.

Perolehan laba Bank Mega ini dikontribusikan melalui kenaikan Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp2,79 triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 Triliun, dan langkah efisiensi yang dijalankan secara disiplin.

Sementara itu, total aset Bank Mega meningkat 4% menjadi Rp140,83 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp134,92 triliun.

Dari sisi intermediasi, kredit tumbuh 4% menjadi Rp67,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp64,65 triliun. Komposisi terbesar total kredit Bank Mega berasal dari sektor korporasi sebesar Rp46,30 triliun atau memiliki share sebesar 69%.

Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, kualitas terjaga dengan non-performing loan (NPL) gross sebesar 1,65%.

Dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan pertumbuhan menjadi Rp104,13 triliun, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp91,67 triliun. Komposisi DPK masih didominasi oleh deposito, namun saldo dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat 2% menjadi Rp28,14 triliun dari Rp27,57 triliun pada periode sebelumnya.

Lantas, rasio pinjaman terhadap simpanan alias loan to deposito ratio (LDR) masih longgar, berada di posisi 64,48%.

(mkh/mkh) Add cnbc-logo.svg?v=6.9.1 as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...