Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Asing Masih Belanja! Saham Ini Masuk Keranjang Beli

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah aksi jual bersih (net sell) asing di seluruh pasar, sejumlah saham justru masih menjadi incaran investor global. Pada perdagangan Senin (30/3/2026), asing tercatat melakukan aksi net buy selektif pada beberapa saham, terutama dari sektor komoditas dan energi.

Meski secara total pasar mencatatkan net sell Rp686,1 miliar, aliran dana asing terlihat masuk ke saham-saham berbasis sumber daya alam hingga konglomerasi.

Adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp 186,6 miliar. Hal ini selaras dengan harga saham AADI yang naik 8,86% pada perdagangan kemarin. 

Lalu emiten milik hary Tanoe, MNC Digital (MSIN) juga masuk dalam daftar 10 net foreign buy terbesar, dengan nilai Rp 171,6 miliar. Kemudian diikuti oleh saham komoditas Merdeka Gold Resources (EMAS) dan Bumi Resources Minerals (BRMS). 

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar:

  1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp186,6 miliar
  2. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) - Rp171,6 miliar
  3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp101,2 miliar
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp51,3 miliar
  5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp45,2 miliar
  6. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp44,3 miliar
  7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp32,2 miliar
  8. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Rp31,4 miliar
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp25,6 miliar
  10. PT United Tractors Tbk (UNTR) - Rp24,4 miliar

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikis koreksi pada akhir perdagangan. Setelah sempat ambruk nyaris 2% pada awal perdagangan, IHSG menutup sesi 2 dengan penurunan 0,05% atau -3,25 poin ke level 7.093,81.

Sebanyak 467 saham turun, 258 naik, dan 233 tidak bergerak. Nilai transaksi hanya Rp 9,89 triliun, melibatkan 15,89 miliar saham dalam 1,19 juta kali transaksi

Mengutip Refinitiv, Bank Central Asia (BBCA) yang membuat IHSG gagal parkir di zona hijau. Sejak awal hingga akhir perdagangan, saham BBCA membebani IHSG dengan bobot lebih dari 20 poin.

Sementara itu, sejumlah saham konglomerat mencoba mengangkat IHSG. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang naik 6,62% menyumbang 16,28 indeks poin. Selain itu emiten milik Toto Sugiri berkontribusi 9,42 indeks poin dan emiten milik Bakrie, Bumi Resources Minerals (BRMS) berkontribusi 7,47 poin.

Kinerja IHSG hari ini bisa dibilang cukup baik bila dibandingkan dengan bursa di kawasan Asia. Nikkei di Jepang turun 2,79%, Kospi di Korea -2,97%, dan Hang Seng di Hong Kong -0,81%.

(mkh/mkh) Add cnbc-logo.svg?v=6.9.1 as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...