bot 0 Posted 1 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia — CEO Larry Fink menerima kenaikan kompensasi signifikan pada 2025 seiring kinerja solid BlackRock sebagai manajer aset terbesar dunia. Mengutip Reuters, Selasa (31/3/2026), total bayaran Fink mencapai US$37,7 juta atau Rp 641,64 miliar (kurs Rp 17.020), meningkat dari US$30,8 juta pada tahun sebelumnya. Paket tersebut terdiri dari gaji pokok US$1,5 juta dan bonus US$10,6 juta, dengan kenaikan terutama didorong oleh tambahan kompensasi berbasis saham sekitar US$6,5 juta. Kenaikan ini terjadi setelah BlackRock membukukan kinerja yang kuat sepanjang 2025. Perusahaan mencatat aset kelolaan (assets under management/AUM) menembus rekor US$14 triliun pada Januari 2026, sekaligus melampaui ekspektasi pasar dengan laba bersih kuartal IV-2025 sebesar US$2,18 miliar. Dalam surat kepada investor, Fink menyebut perusahaan memasuki 2026 dengan momentum yang meningkat dan berada pada posisi yang solid untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan. Meski demikian, besarnya kompensasi manajemen sempat menuai kritik. Proxy advisor Institutional Shareholder Services pada tahun lalu merekomendasikan investor untuk menolak paket gaji eksekutif BlackRock. Namun, perusahaan tetap memperoleh dukungan mayoritas dengan sekitar 67% suara pemegang saham menyetujui kebijakan remunerasi tersebut. Dari sisi pasar, saham BlackRock mencatat kenaikan sekitar 4,5% sepanjang 2025, tetapi terkoreksi lebih dari 12% sejak awal tahun ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun fundamental perusahaan tetap kuat, sentimen pasar terhadap sektor manajer aset global masih cenderung berfluktuasi di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan global. (mkh/mkh) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites