Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Top! Inflasi Jepang Februari 2026 Melambat, Terendah Sejak Maret 2022

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang telah merilis data inflasi terbarunya pada periode Februari 2026, di mana inflasi terbaru menunjukkan ada tanda-tanda semakin mendingin.

Tingkat inflasi utama Jepang melambat untuk bulan keempat berturut-turut pada Februari 2026, karena perekonomian mendingin seiring stabilnya harga pangan, meskipun kenaikan harga energi berisiko mendorong kenaikan biaya hidup.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang melaporkan Indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi Jepang turun menjadi 1,3% pada bulan lalu, menjadi level terendah sejak Maret 2022 dan di bawah target bank sentral sebesar 2%. Angka tersebut turun dari 1,5% pada Januari 2026.

Angka ini sudah sesuai dengan konsensus pasar dalam Trading Economics yang memperkirakan inflasi Jepang pada Februari lalu mencapai 1,3%.

Sementara inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan segar, melambat menjadi 1,6% pada Februari lalu, meleset dari perkiraan ekonom sebesar 1,7% dan dibandingkan dengan kenaikan 2% pada Januari 2026.

Adapun inflasi yang tidak termasuk harga makanan segar dan energi tercatat sebesar 2,5%, turun dari sebelumnya pada Januari lalu mencapai 2,6%.

Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) elah menetapkan perkiraan inflasi inti dan "inti-inti" untuk tahun fiskal 2026, yang dimulai pada 1 April, masing-masing sebesar 1,9% dan 2,2%.

BoJ memperkirakan bahwa kenaikan harga konsumen tahunan mungkin akan turun di bawah 2% pada semester pertama tahun ini, karena upaya pemerintah untuk meringankan biaya hidup dan menstabilkan harga pangan.

Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi telah berjanji untuk menangguhkan pajak makanan sebesar 8% selama dua tahun selama kampanye pemilihan.

Pekan lalu, BoJ mempertahankan suku bunga tetap di 0,75% seperti yang diharapkan, sambil memperingatkan risiko kenaikan inflasi yang berasal dari perang di Timur Tengah, yang telah menyebabkan harga energi melonjak.

"Konflik Timur Tengah adalah kejutan yang tidak diinginkan, karena melonjaknya harga komoditas mendorong inflasi yang dipicu oleh potensi guncangan pasokan, menjadi kabar buruk bagi importir energi dan pangan seperti Jepang," kata Stefan Angrick, kepala ekonomi Jepang dan pasar negara berkembang di Moody's Analytics, dikutip dari CNBC International, Selasa (24/3/2026).

"Meskipun dampak terhadap perekonomian mungkin terbatas jika konflik di Timur Tengah berakhir relatif cepat, perang yang berkepanjangan dapat memberikan pukulan yang lebih berat," tambahnya.

Ekonomi Jepang hanya tumbuh 0,1% secara tahunan pada kuartal keempat tahun lalu, nyaris menghindari resesi teknis dan melambat dari pertumbuhan 0,6% pada kuartal ketiga 2025.

(sef/sef) Add cnbc-logo.svg?v=6.9.0 as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...