bot 0 Posted 2 jam yg lalu. Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan dalam perang Iran sejak awal Maret kembali membuka pertanyaan lama. Dari mana sebenarnya Iran mendapatkan sumber dana untuk menopang militernya dan mempertahankan eksistensi negara? Berbeda dengan Israel yang secara terbuka menerima bantuan dari sekutu seperti Amerika Serikat, Iran memiliki cara yang lebih tertutup dan kompleks. Salah satu jawabannya pernah diungkap oleh laporan investigasi Reuters pada 2013. Dalam laporan tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei disebut memimpin sebuah jaringan bisnis besar melalui organisasi bernama Setad (Execution of Imam Khomeini's Order). Nilai kerajaan bisnis ini diperkirakan mencapai US$95 miliar atau sekitar Rp1.530 triliun. Setad sendiri didirikan atas wasiat pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini, menjelang wafatnya pada 1989. Awalnya, organisasi ini bertujuan mengelola properti yang kemudian hasilnya disalurkan untuk membantu masyarakat miskin dan para veteran perang. Namun, menurut laporan Reuters, fungsi tersebut berubah seiring waktu. Di bawah kepemimpinan Khamenei, Setad berkembang menjadi raksasa bisnis yang memiliki investasi di berbagai sektor strategis. Mulai dari keuangan, minyak, telekomunikasi, hingga industri farmasi dan peternakan. "Dalam enam tahun terakhir, Setad telah berubah menjadi raksasa bisnis yang kini memegang investasi di hampir setiap sektor industri Iran," tulis Reuters dalam laporannya. Keunikan Setad terletak pada operasinya yang cenderung tertutup dan minim pengawasan. Seorang pengacara Iran yang kemudian meninggalkan negaranya, Naghi Mahmoudi, mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada lembaga yang benar-benar bisa mengaudit atau mempertanyakan aktivitas bisnis organisasi tersebut. Meski tidak ada bukti langsung Khamenei menggunakan Setad untuk kepentingan pribadi, Reuters mencatat bahwa keberadaan organisasi ini telah memperkuat posisi dan kekuasaan sang pemimpin tertinggi. Bahkan, otoritas di Amerika Serikat sempat memperkirakan total kekayaan yang terkait dengannya bisa mencapai US$200 miliar, meski klaim ini dibantah oleh pemerintah Iran. Dari sisi pemerintah Iran, Setad tetap diposisikan sebagai lembaga yang berfokus pada kesejahteraan publik. Media lokal Iran pada 2014 bahkan melaporkan bahwa sekitar 90% keuntungan organisasi tersebut dialokasikan untuk program sosial. Terlepas dari perdebatan mengenai transparansi dan tujuan akhirnya, keberadaan Setad menunjukkan bagaimana Iran membangun sumber kekuatan ekonomi domestik yang relatif independen. Dalam konteks konflik seperti perang Iran, struktur ekonomi semacam ini menjadi salah satu fondasi penting bagi daya tahan negara di tengah tekanan eksternal. (mfa/mfa) Add as a preferred source on Google [1] [Gambas:Video CNBC][2] References^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites