bot 0 Posted 6 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub[1]) mengungkap penyebab harga tiket[2] pesawat domestik masih terlihat mahal pada periode libur Nyepi dan Lebaran 2026, meski pemerintah telah memberlakukan kebijakan penurunan harga.Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agustinus Budi Hartono menjelaskan, harga tinggi yang ramai di media sosial merupakan tiket penerbangan tidak langsung atau bukan direct flight.Menurut dia, tiket penerbangan yang disediakan platform Online Travel Agent (OTA) merupakan transit karena kursi kelas ekonomi untuk penerbangan langsung sudah habis. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Tiket yang masih tersisa di OTA umumnya merupakan penerbangan dengan transit, bahkan ada yang lebih dari satu kali persinggahan. "Ternyata juga transitnya ini lebih dari satu kali transit dan mengakibatkan harganya ini cukup membengkak," kata Agustinus dalam konferensi pers secara daring, Selasa (17/3)."Itu menjadi persepsi sedikit salah di masyarakat, dianggapnya harga tiket itu sangat mahal," imbuhnya.Ia mencontohkan tiket penerbangan dari Manokwari ke Padang. Menurut dia, Kemenhub sebenarnya tidak pernah menerbitkan penerbangan langsung untuk rute ini. Adanya dari Manokwari ke Jakarta, kemudian baru ke Padang.Menurut perhitungan Kemenhub, harga wajar untuk rute Manokwari-Jakarta-Padang ini pun seharusnya berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp9 juta."Tapi begitu begitu kita lihat kemarin yang ditawarkan harganya hampir Rp16 juta, Rp17 juta. Nah itu yang membuat persepsi di masyarakat agak sedikit jadi salah," ujar Agustinus.Selain itu, Kemenhub juga menemukan adanya tiket dengan rute domestik yang justru transit ke luar negeri. Praktik ini dinilai melanggar ketentuan.Maskapai yang menawarkan tiket tersebut pun merupakan maskapai asing, meskipun rute yang dilayani adalah rute domestik.Agustinus meminta OTA menjaga kondusivitas selama periode Lebaran dengan memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat, terutama jika tiket penerbangan langsung sudah habis.Ia juga menyoroti adanya harga tinggi karena tiket kelas ekonomi telah habis dan yang tersisa hanya kelas bisnis. Ia mendapatkan informasi ada ada penerbangan kelas bisnis yang membutuhkan transit, dibanderol di atas Rp15 juta."Nah ini yang menjadi perhatian kita semua supaya kita juga sama-sama bisa menjaga (kondusivitas) dalam situasi seperti ini supaya mungkin bisa diinformasikannya lebih jelas lagi ke masyarakat," ucap Agustinus.Dalam kesempatan yang sama, perwakilan OTA menyatakan telah mengikuti arahan pemerintah.Public Relations Senior Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto mengatakan pihaknya tidak akan menampilkan tiket jika sudah habis terjual.Saat ini, mereka juga belum menyediakan opsi pemilihan multi-city serta tidak memberikan rekomendasi untuk peningkatan kelas apabila tiket ekonomi sudah tidak tersedia."Jadi tiket-tiket yang kami tampilkan pun dari ketersediaan di maskapai. Oleh sebab itu himbauan dari pemerintah, khususnya Kemenhub, Tiket.com sudah mengakomodir," kata Sandra.Sementara itu, perwakilan Traveloka, Rinaldi menyebut pihaknya juga tidak lagi menjual tiket dengan rute transit ke luar negeri untuk penerbangan domestik.Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan kesepakatan bersama antara Kemenhub dan Kementerian Pariwisata guna menjaga kondisi di masyarakat tetap kondusif.Namun, ia mendorong pemerintah agar dapat menerapkan kebijakan tersebut kepada semua OTA, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.Pemerintah telah menetapkan kebijakan penurunan harga tiket pesawat untuk mendukung kelancaran angkutan udara selama periode Lebaran 2026.Kebijakan ini berlaku untuk tiket domestik kelas ekonomi dengan periode penerbangan 14-29 Maret 2026. Periode pembelian tiket telah dimulai sejak 10 Februari hingga 29 Maret 2026.Dalam kebijakan tersebut, pemerintah memberikan sejumlah stimulus di sektor transportasi udara. Salah satunya melalui Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 11 persen.Selain itu, terdapat diskon fuel surcharge dengan batas maksimal 2 persen untuk pesawat jet dan 20 persen untuk pesawat propeller.Pemerintah juga memberikan keringanan pada pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) sebesar 50 persen.Tak hanya itu, pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U) juga mendapat potongan hingga 50 persen.Dukungan lainnya diberikan melalui penurunan harga avtur di 37 bandara serta penambahan layanan seperti advance, extend, dan operating hours yang lebih panjang.Kebijakan ini turut didukung oleh PT Pertamina (Persero) dalam penyediaan bahan bakar aviasi serta AirNav Indonesia dalam layanan navigasi penerbangan.Berdasarkan data Kementerian Perhubungan per 14 Maret 2026, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 2.535.793 seat atau sekitar 52,5 persen dari total kapasitas.Sementara itu, total kapasitas kursi yang disediakan maskapai selama periode 13-29 Maret 2026 tercatat sebanyak 4.832.379 seat.====[3] (dhz/inn) Add as a preferred source on Google [4] References^ Kemenhub (www.cnnindonesia.com)^ harga tiket (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites