bot 0 Posted 2 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Pejabat tinggi bidang ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan China[1] dijadwalkan memulai babak baru perundingan di Paris, Prancis, pada Minggu (15/3).Pertemuan ini bertujuan untuk menyelesaikan hambatan dalam gencatan senjata dagang sekaligus memuluskan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden Xi Jinping akhir Maret mendatang.Diskusi yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng ini akan berfokus pada isu-isu sensitif, mulai dari tarif perdagangan, aliran mineral tanah jarang (rare earth), kontrol ekspor teknologi tinggi, hingga pembelian produk pertanian AS oleh China. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Pertemuan yang digelar di markas besar OECD ini berlangsung saat perhatian Washington sedang terpecah akibat perang AS-Israel melawan Iran. Para analis menilai prospek terobosan besar dalam perdagangan masih terbatas."Tujuan minimal kedua belah pihak adalah mempertahankan komunikasi guna menghindari keretakan dan eskalasi ketegangan kembali," ujar Scott Kennedy, pakar ekonomi China dari CSIS di Washington, seperti dilansir Reuters[2]. Beberapa poin krusial yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain, Trump menginginkan komitmen besar dari China untuk memesan pesawat Boeing, gas alam cair (LNG), dan kedelai.Sebagai imbalan, China kemungkinan menuntut pelonggaran kontrol ekspor AS terhadap teknologi semikonduktor.Selain itu, AS mendesak akses lebih besar terhadap mineral tanah jarang, terutama yttrium yang dibutuhkan industri kedirgantaraan namun sedang mengalami kelangkaan parah.Dampak Perang Iran dan Harga MinyakKonflik di Timur Tengah dipastikan akan membayangi meja perundingan. China sangat berkepentingan karena 45 persen kebutuhan minyaknya bergantung pada Selat Hormuz yang saat ini terancam ditutup.Menteri Bessent telah mengumumkan penangguhan sanksi selama 30 hari untuk memungkinkan penjualan minyak Rusia yang tertahan di kapal tanker guna menjaga stabilitas pasokan global.Di sisi lain, Trump mendesak negara-negara lain untuk membantu melindungi jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah AS membom fasilitas minyak di Pulau Kharg, Iran.Media pemerintah China, China Daily, menyebut dialog AS-China sebagai "jangkar penyeimbang" di tengah ketidakpastian krisis Timur Tengah. "Hal terakhir yang dibutuhkan dunia saat ini adalah perang dagang antara dua ekonomi terbesar," tulis editorial tersebut.Kedua pihak akan meninjau kemajuan gencatan senjata dagang yang dideklarasikan di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2025. Sejauh ini, China dianggap memenuhi komitmen awal dengan membeli jutaan ton kedelai AS.Namun, ketegangan baru muncul setelah AS meluncurkan investigasi "Section 301" terkait dugaan kelebihan kapasitas industri dan praktik kerja paksa yang dapat berujung pada tarif baru dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini merupakan upaya Trump membangun kembali tekanan tarif setelah Mahkamah Agung AS membatalkan beberapa tarif daruratnya sebelumnya. (wiw) Add as a preferred source on Google ====[4] [3]References^ China (www.cnnindonesia.com)^ Reuters (www.cnnindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites