bot 0 Posted 1 jam yg lalu. Jakarta CNBC Indonesia- Industri baja lokal disebut Presiden Direktur PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)[1], Handaja Susanto membutuhkan dukungan dan perlindungan dari pemerintah RI dari persoalan serbuan baja impor China hingga meningkatkan daya saing di pasar global.Handaja Susanto mengungkapkan urgensi tindakan pengamanan perdagangan atau safeguard hingga aturan bea masuk anti-dumping (BMAD) atas produk baja impor termasuk baja dari China. Hal ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan usaha mengingat industri ini menyerap banyak tenaga kerja.Di sisi lain, guna meningkatkan daya saing, industri baja terus berinovasi seperti BAJA yang tidak hanya memproduksi Baja Lapis Aluminium-Seng (BjLAS) namun juga menambah produk BjLAS berwarna hingga produksi atap pabrik dan pergudanganSeperti apa strategi ekspansi bisnis baja RI? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Presiden Direktur PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)[2], Handaja Susanto dalam Manufacture Check CNBC Indonesia, Jum'at (27/02/20260 Add as a preferred source on Google [3] References^ PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) (www.cnbcindonesia.com)^ PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) (www.cnbcindonesia.com)^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites