Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Free Float Belum 15%, Bank Permata (BNLI) Buka Suara

Recommended Posts

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Permata Tbk (BNLI) alias Permata Bank buka suara mengenai pemenuhan ketentuan free float saham yang meningkat dari 7,5% ke 15%. Bank milik Bangkok Bank itu mengatakan masih mencermati dinamika pasar yang terjadi.

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank Rudy Basyir Ahmad mengatakan pihaknya masih menunggu keluarnya peraturan resmi mengenai perubahan tingkat free float itu.

"Tentunya Permata Bank terus mencermati dinamika dan perkembangan kebijakan pasar modal yang ada. Termasuk juga kenaikan free float menjadi 15%," kata Rudy saat public expose di Permata Bank Head Office, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pihaknya dengan Bangkok Bank selaku induk terus mencari cara yang tepat untuk memenuhi peningkatan free float saham. Namun, Rudy kembali menekankan bahwa pihaknya akan memonitor keadaan sambil menunggu aturan resmi keluar.

"Mungkin dari sisi kami yang bisa kami update adalah, antara Permata Bank dengan Bangkok Bank sebagai parent kami, ya kami terus mencari upaya terkait untuk memenuhi ketentuan itu. Tapi karena peraturan itu juga masih belum keluar ya, jadi kita akan terus memonitor," jelasnya.

Adapun saat ini tingkat kepemilikan masyarakat di saham non-warkat BNLI mencapai 9,88% sementara di saham warkat sebesar 1,0%.

Seperti diketahui, free float saham tengah menjadi isu panas dalam bursa saham Indonesia setelah MSCI memberitahukan adanya potensi indikasi pergerakan market yang terindikasi kuat mengenai adanya perilaku perdagangan terkoordinasi.

MSCI meminta agar data kepemilikan saham yang diberikan oleh regulator lebih transparan dan sesuai dengan kriteria metodologi free float MSCI yang telah ditetapkan. Akibat peringatan yang dilontarkan oleh MSCI, IHSG tertendang turun ke level 7.400 pada perdagangan Kamis (29/1/2025).

Dengan imbauan kenaikan free float saham yang naik dari 7,5% ke 15% per bulan Februari 2026, mengindikasikan bahwa kepemilikan saham oleh publik atau free float akan menjadi indikator krusial yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar modal.

Persentase free float yang rendah sering kali berkorelasi dengan tingkat likuiditas saham yang terbatas, sehingga pergerakan harga cenderung lebih volatil dan rentan terhadap fluktuasi tajam.

(mkh/mkh) Add cnbc-logo.svg?v=6.9.0 as a preferred
source on Google
[1] [Gambas:Video CNBC]
[2]

References

  1. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnbcindonesia.com)
  2. ^ [Gambas:Video CNBC] (www.cnbcindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...