Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Purbaya soal Peluang Defisit APBN Tembus 3%: Tunggu Keputusan Prabowo

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya[1] Yudhi Sadewa buka suara terkait rumor pemerintah mempertimbangkan pelebaran batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN[2]) di atas 3 persen. Ia menyebut opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan.

"Saya belum tahu, saya belum tahu, masih dipikirin kali," ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Purbaya mengatakan pemerintah terus menghitung dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jika pelebaran defisit di atas 3 persen benar-benar ditempuh, pemerintah akan terlebih dahulu memperhitungkan konsekuensi fiskalnya.

"Kita selalu hitung dampak kenaikan harga minyak dunia ke APBN kita sehingga nanti kalau perlu satu keputusan, kita hitung dampaknya," ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu pertimbangan pemerintah tidak terburu-buru menaikkan batas defisit adalah potensi penilaian negatif dari lembaga pemeringkat internasional. Meski demikian, Purbaya menilai banyak negara lain saat ini juga memiliki defisit di atas 3 persen.

"Pertimbangannya apakah kalau menembus (3 persen), lembaga rating akan mengganggu kita atau memberi penilaian negatif. Sebenarnya kalau secara fair, kan sekeliling kita sudah sedikit yang di bawah 3 persen, hampir nggak ada malah," tuturnya.

Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjalankan kebijakan fiskal secara hati-hati.

"Yang jelas sampai sekarang kita akan menjalankan kebijakan fiskal secara prudent," katanya.

Purbaya juga membuka kemungkinan pemerintah menaikkan defisit di atas 3 persen apabila ada arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan sebagai pembantu presiden akan menjalankan keputusan tersebut.

"(Kalau Prabowo oke, parlemen oke), saya nggak tahu. Kalau perintah kan kita jalankan. Saya kan cuma tangan presiden," ujarnya.

Pada Senin (9/3) lalu, harga minyak acuan Brent sempat menyentuh US$119,50 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Lalu turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran bisa segera berakhir.

Kemarin, harga kontrak minyak mentah Brent kembali naik US$8,54 atau 9,28 persen menjadi US$100,52 per barel. Lonjakan terjadi setelah Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan Timur Tengah.

Sementara, pada Jumat pagi tadi, harga kontrak minyak mentah Brent turun 71 sen atau 0,71 persen menjadi US$99,75 per barel. Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 88 sen atau 0,92 persen menjadi US$94,85 per barel.

Penurunan harga terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut selama 30 hari.

====[3]

(lau/sfr) Add logo.png?v=12.3.1 as a preferred
source on Google
[4]

References

  1. ^ Purbaya (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ APBN (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ Add as a preferred source on Google (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...