Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Timteng Memanas, Harga Minyak Lompat 9 Persen Tembus Lagi US$100/Barel

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak[1] dunia melonjak tajam pada Kamis (12/3), setelah Iran[2] meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan Timur Tengah. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran konflik berkepanjangan serta gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz.[3]

Mengutip Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent naik US$8,54 atau 9,28 persen menjadi US$100,52 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melonjak US$7,22 atau 8,28 persen menjadi US$94,47 per barel.

Sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh US$119,50 per barel pada Senin (9/3), level tertinggi sejak pertengahan 2022. Lalu turun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang dengan Iran bisa segera berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ketegangan kembali meningkat setelah juru bicara komando militer Iran memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga US$200 per barel. Pernyataan tersebut ditujukan kepada Amerika Serikat dan menyinggung kondisi keamanan kawasan yang dinilai telah destabil.

Analis dari ING menyebut hingga kini belum ada tanda-tanda deeskalasi di kawasan Teluk. Kondisi itu membuat gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan masih akan berlanjut.

Menurut ING, harga minyak hanya dapat turun secara berkelanjutan jika aliran minyak melalui Selat Hormuz kembali normal. Tanpa hal tersebut, pasar diperkirakan masih berpotensi mencatatkan harga yang lebih tinggi.

Di tengah meningkatnya ketegangan, dua kapal tanker asing yang membawa bahan bakar minyak dari Irak juga diserang di perairan teritorial Irak.

Direktur Jenderal Perusahaan Umum Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi, mengatakan kedua kapal tersebut terbakar setelah diserang oleh pihak tak dikenal.

Investigasi awal pejabat keamanan Irak menunjukkan kapal bermuatan bahan peledak dari Iran menghantam kedua tanker tersebut.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) telah menyepakati pelepasan cadangan minyak sebesar 400 juta barel untuk menahan lonjakan harga energi setelah pecahnya perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Negeri Paman Sam menyumbang sebagian besar dari volume tersebut, yakni 172 juta barel dari Strategic Petroleum Reserve.

Meski demikian, analis pasar Moomoo ANZ, Tina Teng, menilai pelepasan cadangan minyak tersebut kemungkinan hanya menjadi solusi sementara. Gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan potensi penghentian produksi di beberapa negara Timur Tengah dapat memicu kekurangan pasokan dalam jangka panjang.

Analis ING juga menyoroti kekhawatiran pasar mengenai seberapa cepat cadangan minyak tersebut dapat masuk ke pasar serta apakah jumlahnya cukup untuk menutup kebutuhan hingga aliran minyak melalui Selat Hormuz kembali normal.

====[4]

(ldy/ins)

References

  1. ^ Harga minyak (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Iran (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ Selat Hormuz. (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...