bot 0 Posted 5 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo[1]) Budihardjo Iduansjah mengungkapkan keterlambatan barang impor [2]mulai mengganggu pasokan produk di pusat perbelanjaan menjelang momentum Lebaran[3].Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi penjualan ritel pada periode belanja terbesar tahun ini.Dalam laporannya di depan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Budihardjo mengatakan para pelaku ritel sebenarnya telah berupaya menjaga ketersediaan barang dengan mengandalkan stok lokal. Namun sejumlah produk impor yang biasa dijual di pusat perbelanjaan mengalami keterlambatan pengiriman. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Terpenting adalah konsumsi dalam negeri ini, Pak Menko, kita usaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga. Namun untuk impor, Pak Menko, kami menghadapi masalah," kata Budihardjo dalam acara opening ceremony BINA Lebaran 2026 di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (6/3). Ia menjelaskan keterlambatan tersebut membuat sebagian barang yang biasanya dijual di mal belum sepenuhnya tersedia menjelang momentum Lebaran."Mungkin nanti bisa koordinasi bahwa barang-barang di mal banyak yang impor agak telat, sehingga mungkin Lebaran ini kita agak terganggu untuk penjualannya," ujarnya.Menurut Budihardjo, sektor ritel saat ini melibatkan sekitar 800 merek dengan total sekitar 80 ribu toko yang tersebar di pusat perbelanjaan. Berbagai kategori produk ikut terlibat, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, hingga toko elektronik.Untuk mendorong konsumsi masyarakat, pusat perbelanjaan juga menggelar berbagai program promosi seperti midnight sale dan diskon khusus selama periode Ramadan hingga Lebaran.Keterlambatan barang impor ini muncul di tengah gangguan perdagangan global yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz.Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Setiap tahun lebih dari 30 ribu kapal melintas di perairan tersebut dengan membawa sekitar 11 persen perdagangan laut global.Jalur ini juga menjadi rute penting bagi pengiriman berbagai komoditas dunia, tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga barang konsumsi seperti elektronik, pakaian, dan kebutuhan rumah tangga yang dikirim menggunakan kontainer.Penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) menyusul konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi global. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut berpotensi menunda pengiriman barang ke berbagai negara, termasuk Indonesia.====[4] (del/pta) References^ Hippindo (www.cnnindonesia.com)^ impor (www.cnnindonesia.com)^ Lebaran (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites