bot 0 Posted 6 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Kebutuhan masyarakat biasanya meningkat jelang Lebaran[1], mulai dari belanja baju baru, parcel atau hampers, hingga ongkos mudik[2].Di tengah tekanan pengeluaran tersebut, beberapa orang memanfaatkan layanan pinjaman online (pinjol) atau paylater sebagai solusi cepat untuk menutup kebutuhan.Namun, kemudahan akses pinjaman digital justru menyimpan risiko apabila tanpa perencanaan keuangan yang matang. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Penggunaan pinjol dan paylater justru bisa menjerat utang konsumtif setelah Lebaran ke depannya. Berikut sejumlah tips menghindari jebakan pinjol dan paylater saat kebutuhan Lebaran meningkat:1. Buat anggaran khusus Lebaran sejak jauh hariPerencana keuangan OneShildt Budi Rahardjo mengatakan pengeluaran Lebaran sebenarnya sudah menjadi rutin setiap tahun, tetapi sering menjadi defisit karena salah perhitungan. Tanpa membuat anggaran, setiap pengeluaran hari raya akan dihadapi secara spontanitas tanpa pertimbangan.Budi menjelaskan kita sebaiknya perlu membuat perencanaan keuangan terutama terkait dengan manajemen arus kas. Hal ini mengingat terdapat pengeluaran tahunan yang nilainya memang cukup besar setiap tahun sehingga perlu untuk direncanakan dalam rekening terpisah, seperti pengeluaran hari raya, pajak kendaraan, liburan, dan sebagainya."Dana ini dikumpulkan dan dicicil setiap bulan melalui penghasilan rutin yang nilainya sudah ditentukan. Misalnya pengeluaran untuk hari raya total sebesar Rp12 juta, maka tiap bulan seharusnya dapat disisihkan Rp1 juta agar tidak berat khusus untuk pengeluaran hari raya," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/3).Selain itu, menurutnya, pengeluaran saat Lebaran juga bisa ditutupi sebagian atau keseluruhan dengan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi yang menerimanya.2. Catat pola pengeluaran LebaranBudi mengungkapkan terkadang kita tidak memikirkan betapa banyaknya pos pengeluaran saat Lebaran, mulai dari pengeluaran zakat, infaq dan sedekah, mudik, bingkisan dan amplop THR kerabat, hingga membeli baju baru untuk keluarga.Padahal dana yang tersedia tidak memadai sehingga seseorang memilih cara yang paling mudah, yakni pinjol dan paylater meskipun berbiaya tinggi."Perencanaan anggaran, pencatatan serta disiplin menabung bisa menjadi solusi agar keluarga tidak perlu harus berhutang untuk keperluan hari raya yang akhirnya membebani keuangan di bulan-bulan berikutnya dengan cicilan," kata Budi.3. Pastikan kebutuhan Lebaran sesuai finansialPerencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menyampaikan sebaiknya berbelanja kebutuhan Lebaran sesuai dengan budget yang dimiliki."Berbelanja kebutuhan lebaran sesuai dengan budget yang kita miliki. Termasuk juga memutuskan apakah kita akan pulang kampung atau tidak apabila dananya juga terbatas," ujar Andy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (6/3).4. Hindari gaya hidup pamer saat LebaranSelain itu, Andy juga menekankan jangan terjebak dengan gaya hidup. Normalisasi momen Lebaran sebagai ajang silaturahmi dan maaf-memaafkan, tanpa ada embel-embel saling pamer harta kekayaan."Karena kalau sudah jadi ajang pamer harta kekayaan, maka akan mendorong kita untuk menghabiskan uang membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak kita perlukan, seperti gadget baru dan pakaian baru," ungkap Andy.====[3] (ins) References^ Lebaran (www.cnnindonesia.com)^ mudik (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites