Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

UMKM AS Teriak, Perang Trump di Iran Bikin Biaya Usaha Kian Nelangsa

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Eskalasi konflik Amerika Serikat[1] (AS) dengan Iran mulai memukul pelaku usaha kecil di Negeri Paman Sam tersebut. Lonjakan harga bahan bakar dan biaya operasional membuat banyak pelaku usaha kecil mengaku semakin tertekan di tengah kondisi ekonomi yang sulit sejak beberapa tahun terakhir.

Pelaku usaha kecil yang bergantung pada kendaraan dan pengiriman menjadi yang paling merasakan dampaknya. Harga bensin di AS tercatat naik menjadi sekitar US$3,25 per galon pada Kamis, dari rata-rata US$2,89 per galon bulan lalu, menurut data AAA.

Sementara itu, harga diesel-bahan bakar utama truk logistik-melonjak lebih tajam, naik sekitar 11 persen dalam sepekan dari US$3,76 menjadi US$4,16 per galon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga energi tersebut langsung menekan margin pelaku usaha kecil, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian AS dan menyerap sebagian besar tenaga kerja.

Salah satu yang terdampak adalah John Andrews, koki asal South Carolina yang menjalankan bisnis layanan antar makanan rumahan. Setiap pekan ia menempuh lebih dari 100 mil untuk mengantarkan pesanan pelanggan.

"Ekonomi benar-benar menekan saya lewat harga bahan makanan. Sekarang harga bensin juga mahal," kata Andrews.

"Ini seperti pukulan ganda. Saya bekerja sekeras biasanya, tapi justru makin tertinggal," lanjutnya.

Andrews menjual paket makanan siap santap dua porsi seperti lemon garlic chicken dan pepper steak seharga US$17 per paket. Namun kenaikan biaya membuat ia mulai mempertimbangkan menaikkan harga, sesuatu yang belum ia lakukan sejak lonjakan inflasi pangan dua tahun lalu.

Ia mengaku dilema karena sebagian besar pelanggannya adalah lansia.

"Sebagian besar pelanggan saya orang tua. Saya tidak bisa terus menaikkan harga kepada mereka. Tapi sekarang saya benar-benar tidak menghasilkan uang," terangnya.

Biaya Usaha Terus Naik

Tekanan terhadap usaha kecil sebenarnya sudah terjadi bahkan sebelum konflik dengan Iran memanas.

Laporan usaha kecil Federal Reserve yang dirilis pekan ini menunjukkan pada 2025 lebih banyak usaha kecil melaporkan pendapatan menurun dibanding meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspektasi pertumbuhan pendapatan dan perekrutan tenaga kerja untuk 12 bulan ke depan juga turun ke level terendah sejak 2020.

Pemilik toko bunga Enchanted Florist di Burbank, California, Kim Williams, mengatakan berbagai biaya usaha terus meningkat, mulai dari bahan baku hingga asuransi.

"Saya rasa ini sudah jadi hal yang normal sekarang, semua harga naik. Semua biaya kami meningkat, seperti asuransi dan kompensasi pekerja," ujar Kim.

Dalam banyak kasus, kenaikan biaya tersebut akhirnya diteruskan kepada konsumen lewat kenaikan harga produk.

Dampak ke Pariwisata dan Logistik

Efek konflik juga terasa di sektor pariwisata. Pendiri Hollywood Bus Tours, Chris Leschinger mengatakan bisnis tur yang ia jalankan mulai melambat karena turunnya jumlah wisatawan.

"Sebagian besar pelanggan kami datang dari luar negeri, kadang ada turis lokal, tapi kebanyakan datang dari negara lain." Ujar Chris.

Harga bahan bakar menjadi salah satu biaya terbesar operasional perusahaannya. Meski demikian, ia belum menaikkan harga tiket dan memilih menanggung sebagian biaya tambahan.

"Kami tidak hanya khawatir soal harga bensin, tetapi juga politik global yang menyertainya, ada orang yang jadi tidak ingin bepergian ke AS. Kombinasi itu cukup menakutkan." Tambah Chris.

Dampak kenaikan energi juga terasa di sektor logistik. Pemilik perusahaan truk Strong Pact Trucking di Chicago, Kareem Miller, mengatakan lonjakan harga diesel terjadi sangat cepat.

"Saya pernah melihat harga diesel naik turun, tapi tidak pernah melonjak secepat ini," kata Miller.

Ia memperkirakan kenaikan harga bahan bakar telah menambah sekitar US$100 pada biaya operasional perusahaannya dalam sepekan terakhir. Jika tren tersebut berlanjut, Miller mengatakan ia kemungkinan harus menaikkan tarif pengiriman.

Menurutnya, kenaikan biaya transportasi bisa merambat ke berbagai sektor ekonomi.

"Seberapa jauh dampaknya akan meluas? Karena ini bisa mempengaruhi seluruh ekonomi," ujarnya.

"Industri truk sebenarnya adalah gambaran kecil dari kondisi ekonomi secara keseluruhan," pungkasnya.

====[2]

(lau/ins)

References

  1. ^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...