Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

BGN Sebut 24 Ribu Lebih Dapur MBG Dibangun Tanpa APBN

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN[1]) Sony Sanjaya menyampaikan sekitar 24.675 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG[2]) telah dibangun di Indonesia tanpa memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN[3]).

Sony menyebut program serupa MBG sudah lebih dulu ada di Jepang dengan dapur umumnya dibangun didukung penuh oleh pemerintah termasuk biaya pembangunannya. Adapun ia mengatakan beberapa perusahaan besar turut membantu pembangunan dapur umum tersebut.

"Dari 24.675 tersebut, saat ini ya, belum ada satupun bangunan yang dibangun menggunakan dana APBN. Nah, rata-rata di negara-negara lain itu didukung oleh pemerintah yang membangun infrastruktur. Di Jepang, infrastrukturnya dibangun oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar," ujar Sony dalam BGN Talks di akun Youtube BGN, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sony menerangkan apabila pembangunan SPPG tidak melibatkan mitra dan mengandalkan dana APBN, maka proses pengadaan barang dan jasa akan memakan waktu karena harus melalui kelompok kerja (Pokja) dan berbagai syarat administrasi.

"Bisa dibayangkan, kalau 24.675 SPPG yang pada hari ini, tadi saya lihat data terakhir, itu dibangun menggunakan dana APBN. Yang pertama, prosesnya berapa lama? Karena satu bangunan saja, proses pengadaan barang dan jasanya itu harus ada pokja dan syarat administrasinya," terangnya.

Selain itu, menurutnya, jika proyek pembangunan SPPG tersebut dikerjakan pemerintah, dikhawatirkan akan muncul celah terjadinya penggelembungan harga.

"Dugaan mark up mungkin ada, gitu kan, tapi dengan seluruh SPPG yang sekarang ada dibangun oleh mitra, oleh masyarakat, ada mark up nggak? Nggak ada, siapa yang mau mark up uang sendiri?" kata Sony.

Kemudian, faktor kecepatan juga menjadi kunci utama dalam membangun SPPG. Sony mengatakan pembangunan oleh pemerintah bisa membutuhkan waktu hingga lima bulan hanya untuk urusan birokrasi dan fisik sehingga akan menghambat jalannya program utama Presiden Prabowo Subianto.

"Tapi kalau oleh masyarakat, dua bulan bisa jadi langsung operasional. Tidak ada BAST (berita acara serah terima), tidak ada berita acara serah terima, langsung bangun, langsung operasional," pungkasnya.

====[4]

(fln/ins)

References

  1. ^ BGN (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ SPPG (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ APBN (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...