Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Mendag Klaim Konflik Timteng Belum Ganggu Harga Pangan Indonesia

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag[1]) Budi Santoso[2] menyebut konflik geopolitik di Timur Tengah hingga kini belum berdampak pada harga pangan[3] di dalam negeri.

Ia memastikan harga dan pasokan sejumlah komoditas masih terpantau stabil di berbagai daerah.

"Kalau kita ngomongin dampak perang sebenarnya enggak mengganggu kita di dalam negeri, apalagi kontribusi terbesar terhadap PDB (produk domestik bruto) itu kan belanja dalam negeri. Nah, itu yang harus kita jaga momentumnya supaya tidak banyak terganggu dari perang ini," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi mengatakan pemerintah terus memantau kondisi harga pangan menjelang Lebaran melalui sistem pemantauan harga Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan pengecekan langsung ke sejumlah daerah. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, harga bahan pokok masih dalam kondisi normal.

"Kalau teman-teman lihat di SP2KP, kemarin saya ke Sulawesi, kemudian ke Pidie, Sigli di Aceh, lalu ke Tebing Tinggi di Sumatera. Pidie dan Tebing Tinggi ini wilayah yang terdampak banjir, tapi kami lihat harganya bagus, normal semua, pasokan juga enggak ada masalah," ujarnya.

Ia menambahkan kondisi serupa juga terlihat di sejumlah kota lain seperti Makassar. Menurutnya, harga bahan pokok di pasar masih stabil sehingga harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dinilai masih realistis.

Selain memantau harga pangan domestik, pemerintah juga mengantisipasi potensi gangguan perdagangan akibat konflik geopolitik global yang dapat mengubah peta perdagangan internasional.

Budi menjelaskan krisis geopolitik biasanya membuat rantai pasok global terganggu sehingga beberapa negara mengalami hambatan ekspor maupun impor. Kondisi tersebut justru dapat membuka peluang pasar baru bagi negara lain.

"Kalau krisis geopolitik itu biasanya merubah peta perdagangan. Ketika global supply chain terganggu, pasti ada negara yang ekspornya terhambat, termasuk juga impornya. Di situ sebenarnya ada celah pasar yang kosong," kata Budi.

Ia menyebut pemerintah berupaya memanfaatkan peluang tersebut dengan mendorong pelaku usaha, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menembus pasar-pasar baru yang tidak terdampak konflik.

Program business matching yang dijalankan Kementerian Perdagangan kini mulai diarahkan ke sejumlah wilayah seperti Asia Tenggara dan Afrika. Pada Januari lalu, transaksi dari program tersebut tercatat mencapai sekitar US$4 juta.

"Sekarang yang Februari kami sudah memetakan negara-negara seperti Asia Tenggara dan Afrika untuk mengisi kekosongan tadi," ujarnya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada akhir Februari lalu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintas di jalur tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global.

Gangguan di jalur ini dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga energi dan mengganggu perdagangan internasional.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah aktivitas perdagangan Indonesia dengan negara-negara di sekitar jalur Selat Hormuz masih berlangsung. Indonesia tercatat memiliki transaksi ekspor dan impor nonmigas dengan negara seperti Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA).

====[4]

(del/ins)

References

  1. ^ Mendag (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Budi Santoso (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ harga pangan (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...