Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Airlangga soal Mitigasi Dampak Konflik Timteng: Masih Terlalu Pagi

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto[1] menilai masih terlalu dini bagi pemerintah untuk memikirkan langkah mitigasi terkait konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat[2] (AS), Israel, dan Iran[3].

Menurut Airlangga, pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil langkah lanjutan.

"Kita tentu melihat situasinya masih too early to call, masih terlalu pagi," kata Airlangga di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, ia mengatakan Indonesia memiliki pengalaman menghadapi gejolak serupa seperti saat konflik Rusia dan Ukraina yang sempat mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas global.

Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi jika pemerintah nantinya perlu mengambil langkah mitigasi.

Menurut Airlangga, hingga saat ini posisi Indonesia dari sisi ketahanan energi sebenarnya masih cukup aman.

Salah satu alasannya karena Indonesia telah memiliki Agreement of Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS).

Melalui kesepakatan ART tersebut, pasokan energi Indonesia sudah diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan AS yang melibatkan PT Pertamina (Persero).

Selain itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga disebut memiliki akses terhadap sumber energi di Venezuela.

"Jadi, dari segi alternatif itu dalam tanda petik sudah lock in. Nah, jadi ini yang kita juga harus antisipasi ke depan dan tentu dunia tidak terprediksi," ucap Airlangga.

Airlangga menjelaskan konflik geopolitik biasanya membawa dua dampak sekaligus bagi perekonomian Indonesia.

Di satu sisi, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Namun, di sisi lain, kenaikan harga komoditas juga dapat mendorong peningkatan penerimaan negara.

"Di satu sisi tentu yang terkait dengan subsidi kita jaga dan pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi kita akan lanjutkan dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tetapi, di lain pihak tentu ada kenaikan tambahan penerimaan kalau komoditas itu naik," ujar Airlangga.

====[4]

(dhz/ins)

References

  1. ^ Airlangga Hartarto (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ Iran (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...