bot 0 Posted 2 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman[1] memastikan stok dan harga pupuk[2] urea nasional tetap aman meskipun kondisi geopolitik global tengah memanas, termasuk penutupan Selat Hormuz[3].Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi utama pupuk dunia. Sekitar 45 persen ekspor urea global berasal dari fasilitas produksi di Negara Teluk.Amran menegaskan pasokan pupuk untuk kebutuhan pertanian dalam negeri masih mencukupi dan tidak mengalami gangguan distribusi. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Pupuk ini pasokannya cukup, bahkan dibanding tahun sebelumnya itu kalau tidak salah terakhir naik 40 persen Januari-Februari. Aku bisa (pastikan) aman lah pupuk kita," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3). Amran mengatakan pemerintah terus memantau kondisi produksi pangan dan ketersediaan input pertanian di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi harga bahan baku."Aku keliling cek memastikan produksi beras aman. Kita harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik, pupuk. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman," ujarnya.Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu juga menegaskan pasokan pupuk, khususnya urea, tidak terganggu meskipun terdapat kekhawatiran terhadap jalur distribusi global seperti Selat Hormuz."Eggak terhambat (produksi pupuk), aman. Pupuknya sudah masuk," kata Amran.Menurutnya, bahan baku untuk produksi pupuk urea juga tersedia cukup sehingga tidak mengganggu kebutuhan petani di dalam negeri."(Bahan baku urea) cukup, aman," ujarnya.Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan pupuk dunia. Kawasan Teluk Persia merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi pupuk terbesar di dunia.Wilayah tersebut menangani sekitar sepertiga perdagangan global nutrisi pertanian, termasuk pupuk urea yang menjadi komponen penting bagi produktivitas tanaman.Salah satu jalur distribusi utama adalah Selat Hormuz yang menjadi rute penting pengiriman energi dan bahan baku industri, termasuk pupuk. Gangguan di jalur ini berpotensi memengaruhi distribusi pupuk ke berbagai negara.Sekitar 45 persen ekspor urea global berasal dari fasilitas produksi di kawasan Teluk, termasuk dari Qatar yang menyumbang sekitar 11 persen ekspor urea dunia.Seiring meningkatnya ketegangan, harga urea granular di beberapa pasar internasional dilaporkan mulai naik. Di Mesir, harga pupuk urea tercatat meningkat sekitar US$60 per ton setelah aktivitas perdagangan di Selat Hormuz terganggu.Selain itu, biaya asuransi pengiriman dan logistik juga berpotensi meningkat, yang pada akhirnya dapat memengaruhi biaya produksi pertanian dan harga pangan di berbagai negara.====[4] (del/pta) References^ Amran Sulaiman (www.cnnindonesia.com)^ pupuk (www.cnnindonesia.com)^ Selat Hormuz (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites