bot 0 Posted 3 jam yg lalu. Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak[1] dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Kamis (5/3) di tengah kekhawatiran penutupan Selat Hormuz [2]akibat meluasnya perang Iran [3]melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.Gangguan di jalur utama energi di Timur Tengah tersebut dinilai menghambat aliran minyak dan gas global.Harga minyak Brent naik US$1,67 atau 2,05 persen menjadi US$83,07 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,94 atau 2,6 persen ke level US$76,60 per barel. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Konflik kian melebar setelah serangan AS menghantam kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Di saat bersamaan, Senator Partai Republik di Senat AS mendukung kampanye militer Presiden Donald Trump terhadap Iran, serta menolak resolusi bipartisan yang bertujuan menghentikan serangan udara. Dampak konflik mulai terasa pada pasokan. Irak, produsen minyak terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari karena keterbatasan kapasitas penyimpanan dan jalur ekspor, menurut seorang pejabat kepada Reuters.Sementara itu, Qatar sebagai produsen gas alam cair (LNG) terbesar di Teluk menyatakan force majeure atas ekspor gasnya. Sumber menyebutkan pemulihan produksi normal bisa memakan waktu setidaknya satu bulan.Pengiriman melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur vital yang dilalui hampir seperlima konsumsi energi global, nyaris terhenti selama lima hari terakhir.Badan operasi perdagangan maritim Inggris melaporkan adanya ledakan besar yang terdengar dan terlihat oleh nakhoda kapal tanker yang berlabuh sekitar 30 mil laut tenggara Pelabuhan Mubarak Al Kabeer, Kuwait. Sebuah kapal kecil terlihat meninggalkan lokasi tak lama setelah insiden.Lembaga keuangan J.P. Morgan memperkirakan sekitar 329 kapal tanker minyak tertahan di kawasan Teluk. Meski Iran disebut belum menargetkan sebagian besar infrastruktur energi kritis, risiko terhadap pelayaran tetap sangat tinggi."Kapasitas penyimpanan di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan harga energi saat ini menjadi faktor pembatas durasi kampanye militer AS," tulis J.P. Morgan.Aliansi GCC mencakup Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain.Menurut J.P. Morgan, sebagian besar ladang minyak sebenarnya dapat kembali beroperasi dalam hitungan hari, dengan kapasitas penuh yang umumnya pulih dalam dua hingga tiga pekan.Lembaga keuangan tersebut juga menambahkan operator perlu membangun kembali tekanan reservoir secara bertahap, khususnya di Irak yang bergantung pada injeksi air."Sementara operator harus secara bertahap membangun kembali tekanan reservoir, terutama di Irak yang sangat bergantung pada injeksi air, kendala utama saat ini adalah logistik, bukan faktor geologi," ungkapnya.====[4] (lau/pta) References^ Harga minyak (www.cnnindonesia.com)^ Selat Hormuz (www.cnnindonesia.com)^ Iran (www.cnnindonesia.com)^ ==== (www.cnnindonesia.com)Sumber Share this post Link to post Share on other sites