Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Harga Minyak Melonjak Nyaris 5% Imbas Ditutupnya Selat Hormuz

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak[1] dunia melonjak hampir 5 persen dan menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025, Selasa (3/3). Kenaikan tersebut seiring meningkatnya konflik Amerika Serikat[2] (AS) dan Israel untuk menyerang Iran[3] hingga mengganggu pengiriman energi dari Timur Tengah.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik US$3,66 atau 4,7 persen ke US$81,40 per barel, level penutupan tertinggi sejak Januari 2025. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$3,33 atau 4,7 persen menjadi US$74,56 per barel, tertinggi sejak Juni tahun lalu.

Sejak konflik pecah pada Sabtu (28/2), harga Brent tercatat telah melonjak sekitar 12 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel dan AS dilaporkan menggempur sejumlah target di Iran pada Selasa, yang dibalas Teheran dengan serangan terhadap infrastruktur energi regional serta kapal tanker di Selat Hormuz. Jalur tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Sejumlah kapal tanker dan kapal kontainer dilaporkan menghindari Selat Hormuz setelah perusahaan asuransi membatalkan perlindungan untuk kapal yang melintas. Tarif pengiriman minyak dan gas global pun melonjak tajam.

Analis Standard Chartered dalam catatan risetnya menyebut respons Iran kali ini lebih luas dibandingkan langkah-langkah sebelumnya yang cenderung bersifat simbolis.

"Balasan Iran kali ini lebih luas dibandingkan tindakan-tindakan sebelumnya yang sebagian besar bersifat simbolis, dan pendekatan tersebut telah memunculkan sejumlah titik panas di kawasan yang menimbulkan risiko nyata terhadap pasokan," tulis analis tersebut.

Konflik juga berdampak pada produksi. Irak, produsen minyak terbesar kedua di dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) setelah Arab Saudi, memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari.

Pemangkasan ini berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan karena keterbatasan kapasitas penyimpanan akibat terganggunya ekspor.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan udara AS dan Israel diperkirakan berlangsung empat hingga lima pekan, namun bisa saja lebih lama. Ia juga menyebut pemerintah AS tengah mempertimbangkan dukungan asuransi bagi kapal tanker minyak.

Harga sempat memangkas kenaikan setelah Trump menyatakan sebagian besar target angkatan laut dan udara Iran telah dilumpuhkan.

"Trump mengatakan Iran tidak akan mampu melanjutkan pertempuran ini lebih lama, sehingga pasar menilai kemungkinan ada penyelesaian yang lebih cepat dibandingkan kekhawatiran sebelumnya," ujar Phil Flynn, analis senior Price Futures Group.

Di tengah gejolak tersebut, sejumlah negara mulai mencari pasokan alternatif. India dan Indonesia menyatakan tengah menjajaki sumber energi lain. Di China, beberapa kilang mempercepat jadwal perawatan atau menghentikan operasi lebih awal.

Sejak serangan dimulai, Qatar menghentikan produksi LNG, Israel menutup sebagian ladang gas, dan Arab Saudi menghentikan operasional kilang terbesarnya. Perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, dilaporkan berupaya mengalihkan sebagian ekspor minyak mentah melalui Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz.

Di pasar produk olahan, kontrak berjangka solar AS melonjak sekitar 10 persen ke level tertinggi sejak Oktober 2023. Harga bensin berjangka AS naik hampir 4 persen menjadi US$2,46 per galon, tertinggi sejak Juli 2024. Margin kilang atau crack spread juga melonjak ke level tertinggi sejak 2023.

Sementara itu, persediaan minyak mentah dan distilat AS dilaporkan meningkat pekan lalu, sedangkan stok bensin turun, mengutip data American Petroleum Institute.
Selanjutnya, laporan resmi persediaan minyak AS dari Energy Information Administration dijadwalkan dirilis Rabu waktu setempat.

====[4]

(lau/ins)

References

  1. ^ Harga minyak (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ Iran (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...