Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Utang AS Tembus Rp650 Ribu T, IMF Ingatkan Risiko Stabilitas Global

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Utang[1] nasional Amerika Serikat[2] (AS) terus menanjak dan kini mencapai US$38,56 triliun atau setara dengan Rp650,094 ribu triliun (asumsi kurs Rp16.860 per dolar[3] AS).

Melansir laman resmi Joint Economic Committee United States Congress, total utang nasional bruto (total gross national debt) per 4 Februari tercatat sebesar US$ 83,56 triliun.

Dari jumlah tersebut, utang yang dipegang publik (debt held by the public) mencapai US$30,96 triliun atau senilai Rp521,9 ribu triliun, sedangkan utang intrapemerintah (intragovernmental debt) sebesar US$7,61 triliun, setara Rp128,2 ribu triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara tahunan, total utang nasional bruto meningkat US$2,35 triliun atau senilai Rp39,62 ribu triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan lima tahun lalu, lonjakannya mencapai US$10,70 triliun atau setara Rp180,40 ribu triliun.

Dalam setahun terakhir, laju kenaikan utang rata-rata mencapai US$6,43 miliar per hari atau sekitar Rp108,41 triliun per hari.

Kenaikan utang dalam setahun terakhir juga setara dengan tambahan beban sebesar US$6.894,56 per orang atau sekitar Rp116,24 juta per orang serta US$17.401,98 per rumah tangga atau sekitar Rp293,40 juta per rumah tangga.

Secara total, utang nasional bruto kini setara dengan US$113.354 per orang atau sekitar Rp1,91 miliar per orang serta US$286.108 per rumah tangga atau sekitar Rp4,82 miliar per rumah tangga.

Dengan asumsi rata-rata pertumbuhan harian selama tiga tahun terakhir berlanjut, utang AS diperkirakan akan menembus US$39 triliun atau sekitar Rp657,54 ribu triliun sekitar 12 April 2026. Pada laju tersebut, tambahan US$1 triliun berikutnya atau sekitar Rp16,86 ribu triliun diperkirakan tercapai dalam waktu sekitar 154 hari.

Di tengah lonjakan utang tersebut, International Monetary Fund (IMF) memperkirakan ekonomi AS masih akan tumbuh lebih cepat tahun ini, namun memperingatkan bahwa kenaikan utang publik menimbulkan "risiko stabilitas yang semakin besar" bagi AS maupun perekonomian global.

Dalam temuan awal konsultasi Article IV, IMF mencatat ekonomi AS menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan produktivitas yang kuat meski sempat terdampak penutupan pemerintahan (government shutdown) pada akhir tahun lalu.

IMF menyebut tarif impor mendorong kenaikan inflasi barang, namun inflasi jasa terus melandai. Pasar tenaga kerja juga dinilai tetap mendekati kondisi full employment meski pertumbuhan lapangan kerja melambat. Kondisi keuangan relatif longgar, pasar saham mencetak rekor tertinggi, dan defisit federal sedikit menyempit menjadi 5,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun fiskal 2025.

Pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan naik dari 2,2 persen tahun lalu menjadi 2,4 persen tahun ini. Tekanan inflasi akibat tarif diperkirakan mereda dalam beberapa bulan ke depan, sementara tingkat pengangguran diprediksi bertahan di kisaran 4 persen pada 2026-2027.

Namun demikian, IMF memperkirakan defisit anggaran akan kembali melebar hingga melampaui 6 persen terhadap PDB dalam beberapa tahun mendatang, dengan rasio utang federal terhadap PDB terus meningkat.

IMF memperingatkan jika defisit keseluruhan bertahan di kisaran 7-8 persen terhadap PDB, utang publik dapat melonjak hingga sekitar 140 persen terhadap PDB pada 2031.

Lembaga tersebut menekankan perlunya rencana konsolidasi fiskal yang jelas dan dilakukan lebih awal (front-loaded) untuk menempatkan utang pada jalur menurun.

Terkait kebijakan moneter, IMF menilai bank sentral AS (The Fed) berpotensi melonggarkan kebijakan pada 2025 seiring pelambatan pertumbuhan lapangan kerja dan terbatasnya efek lanjutan dari tarif. Suku bunga acuan federal funds rate (FFR) diperkirakan turun ke kisaran 3,25-3,5 persen pada akhir 2026.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menegaskan ekonomi AS diperkirakan tetap kuat tahun ini dan tahun depan. Namun, ia menekankan kenaikan utang publik yang berkelanjutan tetap menjadi sumber kekhawatiran dan memerlukan langkah kebijakan yang tegas.

====[4]

(ldy/fln)

References

  1. ^ Utang (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Amerika Serikat (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ dolar (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...