Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Danantara-INA Teken Perjanjian Investasi Rp3,37 T dengan Chandra Asri

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Danantara[1] Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA[2]) dan Chandra Asri[3] Group secara resmi menandatangani perjanjian investasi pembangunan pabrik Conditional Share Subscription Agreement (CSSA).

Pembangunan pabrik CA-EDC diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar US$800 juta atau setara Rp13,48 triliun (asumsi kurs Rp16.859 per dolar AS). Danantara Indonesia dan INA akan bersama-sama menanamkan modal dengan total investasi sebesar US$200 juta atau Rp3,37 triliun.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perjanjian hari ini menegaskan komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Pandu dalam keterangan resmi, Selasa (3/3).

Perjanjian ini menandai fase komitmen modal dalam mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri group.

Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik.

"Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Produksi EDC tidak hanya mendukung kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor, memberikan kontribusi pada devisa, seiring dengan penguatan daya saing industri kimia nasional.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan sangat menyambut baik partisipasi Danatara Indonesia serta INA sebagai mitra investasi strategis dalam proyek CA-EDC ini.

"Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam mengembangkan fasilitas ini. Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi," kata Erwin.

Selain itu, Erwin menyebutkan pembangunan pabrik CA-EDC ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3.000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya," pungkas Erwin.

Sementara itu, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyatakan investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional.

"Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," jelas Eddy.

Caustic Soda digunakan sebagai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.

Dalam struktur investasi yang disepakati, pendanaan proyek akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Pada fase pertama, pembangunan pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400 ribu ton Caustic Soda kering per tahun dan 500 ribu ton Ethylene Dichloride.

Fasilitas ini dikembangkan dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.

====[4]

(ldy/pta)

References

  1. ^ Danantara (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ INA (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ Chandra Asri (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...