Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Robert Pera, Cabut dari Apple Kini Jadi Konglomerat Berharta Rp613 T

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Robert Pera[1] merupakan salah satu orang terkaya[2] di Amerika Serikat (AS). Pundi-pundi hartanya menumpuk setelah ia mendirikan pabrikan produk nirkabel (wireless), Ubiquiti Networks.

Berdasarkan data Forbes[3], Minggu (1/3), kekayaan Pera mencapai US$36,5 miliar atau sekitar Rp613,29 triliun (asumsi kurs Rp16.802,45 per dolar AS). Majalah bisnis internasional itu pun menempatkan Pera pada peringkat ke-57 orang terkaya di dunia.

Lantas bagaimana cara Pera meraih kesuksesannya? Berikut kisahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Robert J Pera lahir di San Carlos, California, AS pada 10 Maret 1978. Ia dibesarkan oleh orang tua yang sukses di bidangnya masing-masing. Ayahnya adalah mantan CEO perusahaan makanan beku Italia, Armanino Foods, sebelum fokus menjadi konsultan.

Sementara, ibunya berkarir di bidang humas dan belasan tahun menjabat sebagai CEO Association for Corporate Growth (ACG) Silicon Valley.

Mengutip Bloomberg[4], sejak kecil Pera menggemari video gim, termasuk Nintendo yang biasanya dirilis lebih awal di Jepang. Saat liburan ke Tokyo, Pera melihat teknologi telekomunikasi yang dipakai Negeri Sakura telah lebih maju dibandingkan AS.

Ketika SMA, Pera mendirikan bisnis pertamanya. Layaknya anak yang tinggal di dekat kawasan Silicon Valley, usaha pertamanya itu tak jauh-jauh dari komputer, yakni penyedia jaringan dan database untuk bisnis lokal.

Di waktu senggang, Pera menghabiskan waktunya dengan bermain basket. Namun, karena ia memiliki jantung yang bermasalah, ia harus mengurangi kegemarannya itu. Bahkan, ia sempat cuti sekolah selama setahun.

Setelah lulus SMA, Pera memutuskan untuk kuliah di University of California di San Diego dengan mengambil dua jurusan yakni teknik kelistrikan dan bahasa Jepang. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar masterdi bidang teknik.

Pada 2002, Pera bekerja di Apple, perusahaan yang didirikan oleh idolanya, Steve Jobs. Salah satu tugasnya kala itu adalah mengetes salah satu peralatan nirkabel perusahaan apakah memenuhi ketentuan Komisi Komunikasi Federal AS atau tidak.

Hasilnya, ia menemukan bahwa sinyal yang ditransmisikan oleh peralatan yang digunakan Apple jauh di bawah batas FCC. Padahal, jika kekuatan ditambah, jangkauan sinyal peralatan perusahaan itu bisa meluas hingga belasan kilometer. Dengan demikian, perusahaan juga bisa menyediakan internet ke wilayah yang belum terjangkau telepon maupun kabel jaringan.

Sayangnya, atasannya tak mendengarkan masukan Pera. Beruntung, Pera tak patah semangat. Ia terus mencoba untuk bisa menciptakan produk pemancar sinyal nirkabel yang biayanya murah tetapi bisa menjangkau lebih banyak perangkat.

"Apple merupakan perusahaan yang bagus, tapi saya sadar bahwa saya ingin lebih sukses lebih cepat," ujar Pera dalam salah satu wawancaranya dengan Forbes [5]pada 2012 lalu.

Kegigihannya berbuah manis. Berbekal uang tabungannya senilai US$30 ribu kala itu, ia memutuskan untuk keluar dari Apple untuk membangun bisnisnya sendiri, Ubiquiti Networks.

Produk awal Ubiquiti adalah pemancar sinyal nirkabel yang bisa menjangkau pelanggan di tempat terpencil. Tak disangka, teknologinya sukses di pasar. Setelah itu perusahaan melebarkan sayap dengan memproduksi peralatan jaringan hingga kamera keamanan.

Pada 2011, Pera membawa Ubiquiti Network melantai di bursa saham. Langkah itu membuat Pera menjadi salah satu konglomerat termuda di dunia versi Forbes mengingat 93 persen saham perusahaan dimiliki olehnya.

Tahun lalu, Ubiquiti meraup total pendapatan US$2,97 miliar (sekitar Rp49,9 triliun) meningkat 38,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

konglomerat AS Robert PeraKonglomerat Robert Pera juga dikenal di kalangan pecinta basket sebagai pemilik Klub Memphis Grizzlies. (Brad Barket/Getty Images/AFP)

Pemilik Klub Basket

Sosok Pera juga dikenal di kalangan pecinta basket. Ia diketahui membeli klub basket NBA Memphis Grizzlies senilai US$360 juta pada Oktober 2012 lalu.

Pera berkomitmen untuk menjadikan Memphis Grizzlies menjadi salah satu klub basket terbaik di dunia.

Terbukti, setelah dimiliki Pera, klub basket berhasil menjadi tim yang langganan masuk babak playoff.

====[6]

(bac)

References

  1. ^ Robert Pera (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ orang terkaya (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ Forbes (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ Bloomberg (www.cnnindonesia.com)
  5. ^ Forbes (www.cnnindonesia.com)
  6. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...