Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

Menengguk Manisnya Cuan dari Keranjang Parsel Lebaran

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Tradisi berkirim parsel[1] atau hampers ke kerabat jelang perayaan Idulfitri[2] kerap dianggap sebagai simbol berbagi, sekaligus solusi menjaga silaturahmi hingga relasi tanpa harus bertemu langsung.

Di tengah daya beli yang fluktuatif, bisnis parsel dinilai masih memiliki peluang usaha menjanjikan, baik dijajakan secara offline maupun online.

Selain itu, bisnis musiman ini dianggap ampuh mengucurkan cuan kepada pelaku usaha, khususnya bagi UMKM dan pebisnis rumahan. Namun perlu diingat, untuk bisa bersaing, bisnis parsel memerlukan kreativitas dalam mengemas, hingga strategi pemasaran dengan memanfaatkan media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang penjual parsel di Cikini, Jakarta Pusat bernama Pia optimistis penjualan jelang Lebaran Idulfitri tahun ini mampu mendongkrak penjualan 20-30 persen.

"Masih aman (penjualan), kayak tiap tahun juga aman. Semoga bisa naik 20 sampai 30 persen dibanding tahun lalu" kata Pia saat ditemui CNNIndonesia.com, Senin (23/2).

Perjalan bisnis parsel Pia sudah berlangsung sejak tahun 80-an di area stasiun Cikini. Dia juga sempat berpindah lapak dagang ke dekat Gedung Radiologi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) selama beberapa tahun, hingga akhirnya kembali ke samping gedung Cikini Gold Center.

Produk parsel yang dijajakan Pia hari itu dibanderol mulai Rp150 ribu hingga Rp400 ribu per parsel. Adapun isi parsel didominasi makanan dan minuman ringan. Penetapan harga parsel juga dia sesuaikan dengan anggaran konsumen atau pembeli.

Pia juga berbagi tips untuk memulai bisnis satu ini, diantaranya memerhatikan lokasi berjualan, modal, hingga supplier.

Dalam hal pemasok, calon penjual parsel perlu memerhatikan ketersediaan bahan baku untuk mengemas parsel seperti keranjang rotan hingga hiasan, begitu juga pemasok isi parsel seperti makanan dan minuman.

Selain itu, untuk bisa menangguk manisnya cuan bisnis parsel, wanita tersebut mengaku membutuhkan persiapan modal yang cukup.

"Butuh modalnya ada yang lima puluh (Rp50 juta), ada yang empat puluh (Rp40 juta)," ungkapnya. 

Membagi pengalamannya, Pia mengatakan lonjakan penjualan parsel kerap terjadi 10 hari jelang lebaran saat dia masih berjualan di area dalam Stasiun Cikini. Bahkan, dia mengaku kerap lupa makan karena harus segera melayani permintaan parsel konsumen. 

"Waktu di stasiun rame. Wah, kita bikin parsel nggak berhenti-berhenti, sampai lupa makan," celotehnya.

Di sisi lain adan Arfia, pebisnis cookies rumahan bernama yang memproyeksikan penjualan hampers jelang lebaran 2026 meningkat hingga 50 persen. Adapun kenaikan tersebut disokong strateginya dalam memasarkan bisnis parsel di media sosial.

"Untuk tahun ini karena aku lagi fyp (for your page/rekomendasi) Tiktok dan Threads, jadi penjualan ku naik. Tapi aku melihat kapasitas produksi ku yang nggak mempersiapkan keviralan ini, jadi aku cuma bisa naikin 50 persen dari tahun lalu," cerita Arfia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/2).

Arfia mengaku meski sudah berjualan kue kering sejak lima tahun terakhir, namun dia baru terjun di bisnis hampers tahun lalu. Adapun kisaran harga hampers yang ditawarkan mulai dari Rp60 ribu sampai Rp265 ribu, dengan modal awal sekitar Rp15 juta.

Pebisnis kue kering itu menyampaikan hal yang harus diperhatikan ketika memulai usaha hampers adalah menentukan target utama pasar. Ia mencontohkan usahanya mempunyai target pasar generasi Z (Gen Z).

"Jadi pas bikin konten aku fokus untuk bikin konten cookies gen Z, ternyata fyp dan pasarnya sesuai target. Selain itu, jangan lupa untuk update tren atau bikin sesuatu yang khas," paparnya.

Tahun ini, Arfia melihat choco coin sedang menjadi tren di dunia perbakingan. Alhasil dia melihat peluang tersebut untuk menjual cookies choco coin, yang hasilnya bisa diterima pasar dengan baik.

Tak hanya melihat peluang pada produk yang sedang kekinian, dia juga menyiasati penjualan dengan menawarkan produk paket kue kering. Menurutnya, itu bisa menjadi ciri khas hampers yang dia tawarkan dan membanderolnya dengan harga terjangkau.

"Misal cookies ku yang pakai 3 mix, 3 butter premium tapi kujual cukup affordable karena sizenya ku buat lebih kecil," kata Arfia.

Tips terakhir untuk memulai bisnis parsel adalah dengan selalu konsisten berjualan dan menerima prosesnya.

"Jualan lah sesuai passion dan hati kamu. Aku jualan cookies karena aku suka banget baking, jadi aku bisa selalu kembangin produk ku tanpa kehabisan ide," tandasnya.

====[3]

(fln/ins)

References

  1. ^ parsel (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ Idulfitri (www.cnnindonesia.com)
  3. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...