Jump to content
FJB - Forum Jual Beli Indonesia
Masuk untuk mengikuti  
bot

LPS Bidik Cadangan Penjaminan Tembus Rp300 T Tahun Ini

Recommended Posts

Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS[1]) menargetkan total dana cadangan penjaminan mencapai sekitar Rp300 triliun tahun ini. Hal ini sebagai bagian dari penguatan bantalan menghadapi potensi risiko ekonomi dan tekanan sektor keuangan pada 2026.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan hingga 2025 total aset lembaganya telah mencapai sekitar Rp275 triliun. Dana tersebut berasal dari premi penjaminan bank serta hasil pengelolaan investasi.

"Tahun ini mudah-mudahan kita bisa mendapatkan (cadangan penjaminan) Rp300 triliun. Itu berarti sudah mendekati rasio ideal yang bisa menjamin, yang bisa memberikan kepercayaan kepada nasabah bank," ujar Anggito dalam wawancara bersama CNN Indonesia Business, Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai ketentuan undang-undang, LPS menargetkan rasio dana penjaminan mencapai 2,5 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional. Rasio tersebut dinilai sebagai tingkat ideal untuk menjaga kepercayaan publik apabila terjadi resolusi bank.

Anggito menjelaskan, dana yang dihimpun LPS tidak hanya ditempatkan pada instrumen konvensional, tetapi juga mulai didiversifikasi ke perbankan dan surat berharga berbasis syariah.

"Selama ini investasinya hanya di bank konvensional dan di surat beragam negara. Kita mendiversifikasi ke bank syariah juga. Dan kita juga mendiversifikasi ke surat beragam syariah negara. Karena dananya kan berasal dari bank syariah," katanya.

Selain memperkuat dana penjaminan reguler, LPS juga mulai mengumpulkan dana khusus untuk penanganan krisis perbankan sejak 2025. Dana tersebut dipersiapkan sebagai bantalan tambahan apabila terjadi kondisi krisis sistemik.

Lebih lanjut, Anggito menegaskan hingga saat ini kondisi sistem perbankan masih dalam kategori "normal waspada", dengan fundamental yang dinilai tetap kuat. Namun, LPS tetap meningkatkan kehati-hatian seiring meningkatnya risiko global dan dinamika ekonomi domestik.

"Normal, waspada. Itu adalah asesmen kami mengenai kondisi makro ekonomi. Normal, artinya fundamental ekonomi kuat, tapi kita waspada, risikonya itu akan meningkat di tahun 2026," pungkasnya.

====[2]

(lau/sfr)

References

  1. ^ LPS (www.cnnindonesia.com)
  2. ^ ==== (www.cnnindonesia.com)

Sumber

Share this post


Link to post
Share on other sites
Masuk untuk mengikuti  

×
×
  • Create New...